
Nganjuk | Updatenewstv- Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1088 tahun ini terasa istimewa dan penuh semangat kebersamaan. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro (Mas Handy) kompak turun langsung memimpin kerja bakti massal yang melibatkan ribuan warga dari berbagai kalangan, Minggu pagi (13/04/2025).
Dimulai sejak pukul 06.00 WIB, Bupati Marhaen tampak antusias bersama warga membersihkan lingkungan di tiga titik lokasi berbeda: Desa Gejagan Kecamatan Loceret, Desa Paron Kecamatan Bagor, dan Desa Kedungdowo Kecamatan Nganjuk.
Bupati Nganjuk mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan hari jadi secara seremonial, tapi juga dengan aksi nyata menjaga kebersihan.

Hari jadi ini adalah milik seluruh masyarakat Nganjuk. Jadi mari kita rayakan dengan aksi nyata yang bermanfaat, seperti membersihkan lingkungan bersama,” ujar Bupati Marhaen.
Kegiatan berlangsung hingga siang hari, ditutup dengan pembagian bantuan sosial kepada 20 lansia dan penanaman bibit pohon produktif, menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Forkopimda.
Aksi ini menegaskan komitmen Pemkab Nganjuk terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu di lokasi berbeda, Trihandy Cahyo Saputro yang sering dipanggil Mas Handy juga menunjukkan kepedulian sosialnya. Ia memimpin kegiatan serupa di Desa Bungur, Kecamatan Sukomoro. Tak hanya menyapu dan mengangkut sampah, ia juga membagikan paket sembako kepada lansia setempat.

Kerja bakti ini bukan sekadar bersih-bersih. Ini simbol kekompakan dan kepedulian kita sebagai warga Nganjuk. Jika lingkungan bersih, kehidupan pun akan lebih sehat dan nyaman,” ujar Mas Handy.
Kerja bakti serentak ini melibatkan semua unsur masyarakat: RT/RW, perangkat desa, OPD, sekolah, hingga komunitas lokal. Semangat gotong royong yang menggelora di momen HUT Nganjuk ini diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
Pemkab Nganjuk menegaskan, kerja bakti bukanlah kegiatan musiman, melainkan bagian dari gerakan bersama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni.
(Ricko)