Sebanyak 5000 Orang Mengikuti Sholawat

KEDIRI | Updatenewstv.co.id – Sebanyak 5000 orang warga Kediri mengikuti Sholawat yang bertajuk Moestopo Bersholawat 3 dalam Rangka Haul serta Napak Tilas perjuangan Pahlawan Nasional putra asli Kediri Alm. Mayjen TNI (Purn) Prof. Dr. Moestopo dan RA Soepartien Moestopo, yang diselenggarakan di lapangan desa Kayen Kidul Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri, Sabtu malam (18/6/2022).

Sholawat ini dipimpin Habib Ali bin Hasan Baharun Khodimul Majelis Ta’lim, Dzikir & Sholawat Junuudul Musthofa Kediri, melantunkan Sholawat Nabi yang diikuti oleh ribuan orang peserta yang mengikuti Sholawat.

Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, Msi, MM.
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, mengungkapkan, kegiatan Moestopo Bersholawat 3 ini merupakan gagasan dari pak Munir keluarga besar yayasan dalam rangka untuk haul lahirnya pak mustopo 13 Juni 1913, baru 3 kali diselenggaran karena adanya pandemi,” ungkapnya.

Dengan Sholawat ini kita berdoa kepada Allah agar di masa pandemi ini umat Islam khususnya selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah subhanahu wa ta’ala,” Sholawat ini bertema “Dengan Silaturahim Membangun Persatuan dan Kesatuan Umat ini Membangun Persatuan dan Kesatuan Umat” dengan begitu bahwa isu-isu terkait juga dengan radikalisme itu bisa kita tangkal dengan kita bersama-sama munajat kepada Allah bersholawat kepada Allah jika kita selalu mendekatkan diri kepada Allah maka isu-isu ataupun paham-paham radikal yang bisa merapuhkan persatuan kesatuan bangsa bisa kita hindarkan,” tambahnya.

Sedangkan untuk generasi muda di samping menuntut ilmu secara formal diimbangi yaitu dengan iman dan taqwa karena ini menjadi salah satu pokok ajaran dari pak mustopo bahwa kita harus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tatkala semua generasi muda dengan keimanan yang kuat dengan landasan pada Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, walaupun kita dalam kehidupan era globalisasi yang sangat tinggi teknologi yang sangat maju tetapi dengan dibekali iman Insya Allah segala rintangan tantangan era globalisasi yang bisa mempengaruhi pola pikir manusia itu kita bisa bentengi,”bebernya.

Beliau penggali Pancasila ini juga mengajarkan bahwa kita harus bersatu dan kita harus berketuhanan Yang Maha Esa artinya kita harus menjalankan iman dan takwa sesuai dengan kepercayaan kita masing-masing oleh karena itu ajaran pak Mustofa di universitas beragama itu seluruh agama dibangun kekompakannya sehingga jika semisal mahasiswa Hindu didapat ajaran mata kuliah Hindu, Konghucu juga mendapatkan ajaran Konghucu artinya bahwa di dalam ajaran pak mustopo yaitu membangun keragaman agama yang ada di Indonesia,”pungkasnya.

Dalam Sholawat ini juga diikuti jajaran Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, Pembina Yayasan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta, KH. Ahmad Najmudin Pengasuh Ponpes Salafiyah Kapurejo Pagu, Para Masyayikh Nganjuk, perwakilan Kodim 0809 Kediri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *