Untuk Pertama Kalinya, Bendungan Semantok Impounding

Nganjuk | updatenewstv.co.id -Rabu, (13/07), Plt. Bupati Nganjuk Kang Marhaen menyaksikan impounding Bendungan Semantok. Pengisian awal waduk (impounding) merupakan tahapan yang dilakukan setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai dan merupakan saat – saat yang penting yang harus dilalui dalam suatu pembangunan bendungan. Tahap ini dilakukan setelah Bendungan Semantok dikaji sudah bisa masuk fase pengisian air untuk pertama kalinya. Bendungan Semantok mulai dibangun sejak Desember 2017 dengan tipe zonal inti tegak yang memiliki tinggi 38,5 meter dan panjang puncak bendungan 3.100 meter.

 

Didampingi Forkopimda Nganjuk, dan Kepala BBWS Brantas, Dr. Ir. Haeruddin C. Maddi, ST., MSMT.  Plt. Bupati Nganjuk Kang Marhaen mengaku sangat bangga menyaksikan proses impounding ini. Bendungan Semantok sendiri merupakan bendungan terpanjang di Asia Tenggara ini. Sebagai salah satu Program Strategis Nasional, pembangunan Bendungan Semantok telah mencapai 90% dan ditargetkan akan mulai pengisian awal (impounding) sesuai jadwal di pertengahan Juli.

Bendungan yang berlokasi di Dusun Kedungpingit, Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso Nganjuk ini didesain memiliki kapasitas tampung sebesar 32,67 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Semantok. Bendungan yang dilengkapi jaringan irigasi dapat berfungsi sebagai penyalur air pada saat musim kemarau guna mencegah terjadinya kekeringan pada areal persawahan seluas 1.900 hektare (ha). Dengan begitu, kehadiran bendungan akan meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah tersebut

Dengan luas area genangan 365 hektar, manfaat lain Bendungan Semantok adalah untuk mereduksi risiko banjir sebesar 137 m3/detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok saat musim hujan. Sungai Semantok dengan panjang sekitar 18,19 km dan daerah tangkapan air sekitar 54.032 km2 memiliki volume aliran masuk rata-rata 64,77 m3/tahun.

Kehadiran Bendungan Semantok juga dapat berfungsi sebagai upaya pemeliharaan sungai di wilayah hilir bendungan sebesar 30 liter/detik serta penyedia air baku sebesar 312 liter/detik untuk Kecamatan Rejoso. Selain itu juga memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata di Jawa Timur yang dapat menumbuhkan ekonomi lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *