
Nganjuk | Updatenewstv- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nganjuk lagi-lagi menuai kritik tajam dari masyarakat. Keluhan seputar pelayanan lambat, biaya yang dinilai tidak transparan, hingga fasilitas yang dianggap tertinggal, kembali menunjukkan ke permukaan. Kondisi ini mempertegas bahwa permasalahan di rumah sakit milik pemerintah tersebut belum kunjung terselesaikan.

Sejumlah pasien mengaku harus berjam-jam hanya untuk mendapat giliran menunggu pemeriksaan rawat jalan. Apalagi antrean untuk bertemu dokter spesialis sering kali tanpa kepastian waktu. Kurangnya koordinasi antarbagian menambah kebingungan pasien dan keluarga mereka.
Tak hanya masalah pelayanan, dugaan adanya ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran operasional serta pengadaan alat kesehatan juga ramai dibicarakan masyarakat. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD belum memberikan penjelasan resmi.
Pengamat kebijakan publik, Arif Santoso, menilai masalah yang menumpuk di RSUD Nganjuk menunjukkan lemahnya pengawasan dan akuntabilitas manajemen.
Rumah sakit daerah seharusnya menjadi pelayan masyarakat, bukan menambah beban mereka. Jika tata kelola tidak segera dibenahi, dampaknya akan semakin dirasakan masyarakat kecil,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Sementara itu, sejumlah pihak juga menyoroti kepemimpinan di tingkat arah. Menurut mereka, akar persoalan RSUD justru terletak pada lemahnya manajemen puncak. Direktur yang dinilai tidak selalu harus dari kalangan medis, melainkan sosok yang memiliki kapasitas manajerial dan integritas tinggi.
Yang dibutuhkan RSUD adalah pemimpin dengan kemampuan mengatur sistem, anggaran, dan SDM, bukan semata-mata mata dokter,” tegas Hari Sugiarto, warga Nganjuk.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menata kembali RSUD Nganjuk. Audit menyeluruh, pembenahan fasilitas, keterbukaan dalam anggaran pengelolaan, serta peningkatan kualitas tenaga kesehatan diyakini menjadi jalan utama mengembalikan kepercayaan masyarakat.
(Tim)







