Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Tunda Resmikan Museum Marsinah, Bupati Marhaen: Keputusan Penundaan Disambut dengan Sikap Positif oleh Pemda Warga Nganjuk Sekarang Bisa Cek Status Pembayaran PBB Online Lewat Pamong Sigap Tradisi Manusuk Sima Kabupaten Nganjuk Pemkab Nganjuk kolaborasi dengan Kejaksaan Sidang Paripurna DPRD Nganjuk Hari Jadi Nganjuk Diwarnai Aksi Bergizi, Puluhan Ribu Siswa SD,SMP dan SMA Ikut Ambil Bagian, Salah Satunya SMPN1

Berita

Kisah Luar Biasa Kakek Sanuri Menempuh 900 Kilometer dengan Sepeda dari Nganjuk Demi Bertemu Anak dan Cucu di Lampung

badge-check

Nganjuk | Updatenewstv- Kisah seorang kakek asal Nganjuk, Jawa Timur, yang berkeinginan kuat untuk bertemu cucunya di Pesawaran, Lampung, membawanya menempuh perjalanan luar biasa.

Sanuri (66), pria asal Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Nganjuk, memulai perjalanan sepeda yang mengharuskannya menempuh jarak lebih dari sembilan ratus kilometer.

Keinginan tersebut menjadi kenyataan setelah Kakek Sanuri menempuh perjalanan selama 10 hari dengan sepeda tuanya.

Sanuri memulai perjalanannya pada 24 Juli 2024. Sebelum berangkat, ia sempat meminta izin kepada sang ibunda. Meskipun awalnya sang ibu belum memberi izin, akhirnya keyakinan Sanuri berhasil meyakinkan ibunya.

Saya ditanya ibu saya, kok bisa naik sepeda, apa bisa,” kata Ibunda kepada Sanuri.

Dengan semangat yang tak terbendung, Sanuri pun berangkat untuk mengunjungi cucunya yang sudah lama tidak ditemui, tepatnya di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, Pesawaran.

Perjalanan Sanuri penuh tantangan. Bersepeda dari pagi hingga sore, ia hanya beristirahat ketika malam tiba. Ia pun memilih tempat-tempat yang aman untuk beristirahat, seperti masjid, koramil, dan polsek.

Saya tidur di masjid, koramil, dan polsek, lebih aman di sana,” ujarnya.

Meski usianya tidak muda lagi, Sanuri tak gentar menghadapi perjalanan panjang ini.

Dengan sepeda tua berwarna kuning merk United yang sudah dibeli beberapa tahun lalu, Sanuri membawa peralatan darurat, siap menghadapi segala kemungkinan.

Sepanjang perjalanan, ia bertemu banyak orang baik yang memberinya bantuan, baik itu makanan, minuman, hingga tempat beristirahat.

Saya terharu dengan kebaikan orang-orang yang saya temui. Mereka memberikan semangat dan bantuan tanpa pamrih,” ungkapnya.

Setelah 10 hari perjalanan, Sanuri tiba di rumah cucunya di Pesawaran pada sore hari tanggal 5 Agustus 2024. Kedatangan Sanuri disambut dengan isak tangis haru dari sang anak.

Ini pengalaman pertama saya datang ke rumah anak di Pesawaran dengan sepeda. Biasanya saya naik bus,” ujarnya dengan penuh kebahagiaan.

Sanuri juga mengungkapkan kecintaannya pada sepeda. “Saya suka bersepeda, tapi perjalanan kali ini adalah pengalaman pertama saya menempuh perjalanan sejauh ini,” ungkapnya.

Perjalanan penuh inspirasi ini menjadi bukti tekad dan semangat seorang kakek yang rela menempuh jarak jauh demi bertemu keluarga tercinta. Sebuah kisah yang mengharukan, penuh makna, dan menunjukkan betapa besar cinta seorang kakek kepada cucunya, dan cinta sorang ayah kepada anaknya.

 

(Ricko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tunda Resmikan Museum Marsinah, Bupati Marhaen: Keputusan Penundaan Disambut dengan Sikap Positif oleh Pemda

30 April 2026 - 12:44 WIB

Bupati Nganjuk Menerima Penghargaan dari BKKBN, Penghargaan I telah diraih Bina Ketahanan Keluarga Balita & Anak TA 2025 & Penghargaan II Program Bangga Kencana Tahun 2025

30 April 2026 - 03:05 WIB

Bawang Merah Asal Nganjuk, Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

29 April 2026 - 23:49 WIB

Bawang merah asal Kabupaten Nganjuk

DPUPR Nganjuk Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, Gelar Sertifikasi SKK Konstruksi dan Pelaksana

29 April 2026 - 13:54 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf, Dampak Insiden Bekasi Timur Sejumlah KA Alami Kelambatan Tinggi

29 April 2026 - 08:03 WIB

Trending di Berita