Menu

Mode Gelap
Hari Jadi Nganjuk Diwarnai Aksi Bergizi, Puluhan Ribu Siswa SD,SMP dan SMA Ikut Ambil Bagian, Salah Satunya SMPN1 Senam Sehat Warnai Pra-Aksi Bergizi di SMPN 1 Nganjuk, Semangat Siswa Penuhi Halaman Sekolah Bupati Nganjuk Menerima Penghargaan dari BKKBN, Penghargaan I telah diraih Bina Ketahanan Keluarga Balita & Anak TA 2025 & Penghargaan II Program Bangga Kencana Tahun 2025 16 Peserta Lolos Seleksi Terbuka JPT Pratama Pemkab Nganjuk, Berikut Nama Namanya Bawang Merah Asal Nganjuk, Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh DPUPR Nganjuk Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, Gelar Sertifikasi SKK Konstruksi dan Pelaksana

Berita

Batu Berelief Bertulisan Tahun Saka 1326 Ditemukan di Kelurahan Nganjuk

badge-check


					Batu Berelief Bertulisan Tahun Saka 1326 Ditemukan di Kelurahan Nganjuk Perbesar

Nganjuk | Updatenewstv – Batu andesit berbentuk balok yang diduga potongan ambang pintu candi era Majapahit, ditemukan di tengah area persawahan Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.

Batu berukuran panjang sekitar 70 cm dan lebar 15 sentimeter itu awalnya sempat dikira batu patok pembatas tanah sawah, oleh warga setempat.

Aries Trio Effendi, Petugas Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk mengatakan, batu tersebut awalnya sempat tergeletak begitu saja di tengah sawah.

“Salah satu warga, namanya Pak Ridwan, sempat mengira itu patok tanah yang roboh,” ujar Aries, Rabu (29/4/2026).

Sampai pada awal April lalu, baru disadari oleh warga, ada ukiran atau relief di permukaan batu tersebut. Hingga akhirnya temuan itu dilaporkan ke relawan Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk).

“Setelah menerima laporan warga, kami bersama tim Kotasejuk mendatangi lokasi pada awal April lalu,” imbuh Aries.

Setelah dilihat secara langsung, di permukaan batu tersebut memang terdapat ukiran relief. Menurut Aries, ukiran tersebut membentuk angka tahun yang terbaca 1328 Saka atau 1404 Masehi.

“Berdasarkan ukiran angka tahun itu, diduga batu ini berasal dari era Majapahit,” ujar Aries.

Selain relief angka dalam bingkai kotak, pada permukaan batu juga terukir motif bunga, di kanan-kiri ukiran angka tahun. Sayangnya kondisi batu balok tersebut sudah tidak utuh. Salah satu ujungnya patah.

Temuan tersebut menurut Aries saat ini sudah dicatat dan akan dimasukkan dalam daftar pokok kebudayaan (dapokbud) di Disporabudpar Nganjuk.

“Belum bisa dipastikan fungsi batu ini. Dugaannya bisa ambang pintu candi, batas wilayah, atau bagian struktur bangunan era Majapahit lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut,” ujar Aries.

Sukadi, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk menambahkan, satu bagian benda saja seperti temuan batu balok tersebut, sudah bisa didaftarkan untuk mendapatkan nomor registrasi nasional.

“Prosesnya dimasukkan daftar pokok kebudayaan dulu di daerah. Lalu dilengkapi dengan foto-foto, deskripsi temuan, hingga kajian ahli, untuk kemudian didaftarkan registrasi nasional di Kementerian Kebudayaan,” ujar Sukadi.

Meskipun belum bisa dipastikan batu tersebut dari struktur bangunan apa, namun Sukadi memiliki dugaan yang sama dengan Aries, bahwa batu tersebut berasal dari serpihan ambang pintu candi.

“Ambang pintu sebelum masuk ke area utama candi. Jadi dugaannya di sekitar lokasi dahulunya ada bangunan candi era Majapahit,” pungkas Sukadi.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Nganjuk Menerima Penghargaan dari BKKBN, Penghargaan I telah diraih Bina Ketahanan Keluarga Balita & Anak TA 2025 & Penghargaan II Program Bangga Kencana Tahun 2025

30 April 2026 - 03:05 WIB

Bawang Merah Asal Nganjuk, Kaya Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

29 April 2026 - 23:49 WIB

Bawang merah asal Kabupaten Nganjuk

DPUPR Nganjuk Perkuat Kualitas Tenaga Kerja, Gelar Sertifikasi SKK Konstruksi dan Pelaksana

29 April 2026 - 13:54 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sampaikan Permohonan Maaf, Dampak Insiden Bekasi Timur Sejumlah KA Alami Kelambatan Tinggi

29 April 2026 - 08:03 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Insiden Truk Mogok di Perlintasan Hingga Tertemper KA Dhoho

29 April 2026 - 07:56 WIB

Trending di Berita