
Nganjuk | Updatenewstv- Terkait dengan adanya proyek pembangunan peningkatan drainase di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk, diduga tidak sesuai spek dan merugikan warga sekitar.
Pasalnya, dari pengerjaan proyek tersebut terdapat banyak kesalahan pengerjaan. Antaranya, Bokafet yang nantinya digunakan drainase menggunakan sistem tanam kabel tidak sesuai spek. Kemudian papan nama pekerjaan proyek baru dipasang setelah mendapatkan teguran. Pengolahan penutupan Jalan. Tidak ada pemberitahuan kepada lingkungan masyarakat.

Warga sekitar mengeluhkan tidak ada pemberitahuan kepada lingkungan masyarakat dengan adanya Proyek Rehabilitasi drainase dan trotoar.
Agung salah satu warga Kelurahan Kauman mengungkapkan bahwa dirinya belum menerima surat ataupun pemberitahuan apabila akan ada pembangunan di lingkungannya.
Saya tidak tahu bahwa akan ada pembangunan saluran air. Apabila memang akan ada pembangunan, setidaknya warga sekitar diberi tahu terlebih dahulu, takutnya kedepan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih lagi untuk saluran air ini ditutup. Saya khawatir jika nantinya bisa menyebabkan banjir, apalagi saluran pembuangan utama dari Rumah Sakit Bhayangkara menuju sungai samping rel kereta api ditutup” ungkapnya.
Menurut penjelasan Fredy sebagai Pelaksana Rehabilitasi drainase dan trotoar bahwa Ia sudah melakukan pemberitahuan. Dirinya tidak mengetahui apabila masyarakat belum tahu akan ada pembangunan.

Saya sebelumnya sudah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Kelurahan, Polsek Nganjuk dan Dishub, tapi saya tidak tahu jika harus menemui RT agar disampaikan kepada warganya,” ungkapnya.
Fredy menjelaskan bahwa saat ini dirinya melakukan pekerjaan rehabilitasi drainase dengan sistem tanam kabel di samping bokafet menggunakan pipa.
Rehabilitasi drainase ini nanti juga disertai tanam kabel menggunakan pipa yang akan ditempatkan disamping bokafet sepanjang 180 meter,” ujar Fredy pada Hari Rabu (11/09/2024).
Selain itu, dari proyek tersebut terlihat baru saja dilakukan pemasangan papan proyek setelah mendapat teguran.
Papan proyek sudah dibuat, cuma belum dipasang saja, nanti akan segera dipasang,” jelas Fredy.
Lebih lanjut, Fredy menyampaikan ketika proyek sedang berlangsung, jalan akan dibuka untuk yang disisi utara, karena yang disisi selatan digunakan untuk mengerjakan pembangunan.
Terkait status jalan nantinya akan ditutup apabila terdapat pengerjaan bokafet, kalau pemasangan yudit nanti dibuka untuk yang sebelah utara, untuk pekerjaan berada di sisi selatan jalan,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, pengguna alat berat (Excavator) DLH Nganjuk saat melakukan proses pemotongan akar pohon tidak sengaja merusak pipa saluran air bersih PDAM Nganjuk, serta debu dari serpihan pemangkasan pohon mengganggu pandangan pengguna Jalan.

Jakiran selaku pekerja PDAM sambil berendam dalam air mengatakan, dirinya sedang melakukan perbaikan pipa bocor yang disebabkan oleh alat berat (Excavator) saat melakukan pemotongan akar pohon.

Saya hanya memperbaiki pipa bocor karena di garuk Excavator, selebihnya tidak tahu” ucapnya.
(Ricko)