Perjuangan Mobil Ambulan di Nganjuk Melewati Jalan Rusak Belum Tersentuh Pembangunan

Nganjuk/Updatenewstv -Terlihat mobil ambulans berhenti saat melintasi jalan Banggle menuju Sumbermiri, Kecamatan Lengkong. Kendaraan yang seharusnya melaju kencang demi nyawa pasien kini harus merayap pelan, bertarung dengan permukaan jalan yang hancur lebur seperti bubur yang lengket.

“Infrastruktur disana memang parah taerutama akses jalan Banggle- Sumbermiri,” ujar Fauzi Irwana, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, dengan nada perihatin. Rabu(15/4/2026)

Kondisi memperhatikan ini menjadi sorotan tajam terekam dalam video yang diterima redaksi UPDATENEWSTV dengan narasi bertulisan “Perjuangan Tim Puskemas Lengkong demi pelayanan kesehatan masyarakat”.

Dalam video berdurasi 30 detik itu terlihat jelas sebuah ambulans kesulitan melaju dijalan yang hancur, hingga sempat mogok dan harus di dorong oleh sejumlah warga bersama petugas kesehatan.

Kisah pilu akibat burunya jalan ini sudah lama dirasakan warga. Terutama di Dusun Suru, Desa Lengkong Lor, akses yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat memaksa warga sakit harus ditandu manual menuju jalan utama.

Jarak yang ditempuh pun tidak main- main , mencapai sekitar 7 kilometer demi mendapatakan penangan medis.

“Dulu kalau ada warga Dusun Suru yang sakit dan mau keluar untuk berobat, yang harus ditandu dulu karena akses jalan yang tidak memungkinkan,”kenang politisi Fraksi NasDem ini.

Kabar menggembirakan datang bagi warga Desa Sumbermiri, Kecamatan Lengkong. Jalan yang kondisinya rusak parah bak lintasan offroad, kini nasibnya mulai terang benderang. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Nganjuk, Fauzi Irwana, memastikan perjuan memperbaiki akses vital ini tidak sia-sia.

“Sudah dilanggarkan di DAU Induk untuk kelanjutan pembangunan Sumbermiri-Banggle. Insyaallah tahun ini tuntas,”tegas Fauzi Irwan, Rabu(15/4/2026)

Pernyataan tersebut menjadi angin segar, mengingat pembangunan jalan ini sebelumnya sudah dicicil sepanjang 2 kilometer pada tahun 2025.

Kini, Kelanjutan proyek tersebut resmi masuk dalam Dana Alokasi Umum (DAU) Induk tahun anggaran berjalan (2026), sehingga diharapkan perbaikan bisa segera dilaksanakan dan selesai maksimal tahun ini.

Perbaikan jalan ini dinilai sangat krusial, tidak hanya demi kelancaran roda ekonomi warga, tetapi juga menyangkut nyawa dan akses pelayanan kesehatan yang selama ini terhambat.

“Untuk seluruh tenaga kesehatan, tetaplah semangat dalam menjalankan tugas mestipun dimedan berat,” pungkasnya

Fauzi juga meberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga kesehatan dan kader yang tetap gigih melayani mesti harus menembus medan berat. Ia berharap, dengan bagusnya infrastuktur nanti, tak ada lagi cerita pilu warga yang harus bertaruh nyawa diatas tandu atau ambulans yang kesulitan melintas.

(TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *