Menu

Mode Gelap
Bupati Marhaen Tegaskan Bakal Kawal Hak Buruh Saat Peringatan May Day di Makam Pahlawan Marsinah Peringati Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Jadi Ajang Gali Potensi Atlet Muda Peziarah Padati Makam Marsinah di Hari Buruh, Serikat Buruh Gaungkan Semangat Perjuangan Perkuat Deteksi Dini, Apel Sabuk Kamtibmas TA 2026 di Lapangan Apel Polres Nganjuk Satukan Elemen Masyarakat Kabupaten Nganjuk Presiden Prabowo Tunda Resmikan Museum Marsinah, Bupati Marhaen: Keputusan Penundaan Disambut dengan Sikap Positif oleh Pemda Warga Nganjuk Sekarang Bisa Cek Status Pembayaran PBB Online Lewat Pamong Sigap

Gaya Hidup

Peziarah Padati Makam Marsinah di Hari Buruh, Serikat Buruh Gaungkan Semangat Perjuangan

badge-check


					Peziarah pahlawan Marsinah gelar doa bersama dan tabur bunga Perbesar

Peziarah pahlawan Marsinah gelar doa bersama dan tabur bunga

update-newstv.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini diwarnai dengan membludaknya peziarah di makam pahlawan nasional buruh Marsinah, Jumat (1/5).

Didesa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sejak pagi hari, ratusan buruh, LSM dan masyarakat umum berdatangan untuk mendoakan sekaligus mengenang sosok yang menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia tersebut.

Suasana khidmat terasa di area pemakaman. Para peziarah tampak membawa bunga dan menggelar doa bersama. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen sebagai bentuk penghormatan atas jasa Marsinah yang gugur dalam memperjuangkan keadilan bagi kaum buruh.

Perwakilan dari KSBSI Kelik Widi Wahyuno menyampaikan, bahwa ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya menjaga semangat perjuangan yang telah diwariskan Marsinah.

“Semangat Marsinah harus terus hidup. Hari Buruh bukan hanya perayaan, tapi momentum untuk mengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai,” ujar Kelik pengurus KSBSI Nganjuk,

Ia menegaskan, masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang perlu diperjuangkan, mulai dari upah layak, jaminan sosial, hingga perlindungan hukum bagi pekerja. Oleh karena itu, nilai-nilai keberanian dan keteguhan Marsinah dinilai tetap relevan hingga saat ini.

Selain ziarah, kegiatan juga diisi dengan diskusi singkat dan orasi dari berbagai elemen masyarwkat. Mereka menyerukan pentingnya solidaritas antarpekerja serta konsistensi dalam memperjuangkan hak-hak buruh secara damai dan konstitusional.

Momentum ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan Marsinah tidak boleh berhenti sebagai sejarah semata, melainkan harus terus digaungkan sebagai inspirasi bagi generasi pekerja masa kini dan mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Presiden Prabowo Tunda Resmikan Museum Marsinah, Bupati Marhaen: Keputusan Penundaan Disambut dengan Sikap Positif oleh Pemda

30 April 2026 - 12:44 WIB

Warga Nganjuk Sekarang Bisa Cek Status Pembayaran PBB Online Lewat Pamong Sigap

30 April 2026 - 11:30 WIB

Tradisi Manusuk Sima Kabupaten Nganjuk

30 April 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Nganjuk kolaborasi dengan Kejaksaan

30 April 2026 - 09:26 WIB

Sidang Paripurna DPRD Nganjuk

30 April 2026 - 09:05 WIB

Trending di Gaya Hidup