Pantun Bunda Ita dan Mbak Zuli dalam Deklarasi Kampanye Damai Penuh Makna Tersirat

 

Nganjuk | Updatenewstv- Ada yang unik dalam pidato pasangan nomer urut 2, Ita Triwibawati dan Zuli Rantauwati saat giliran pidato di acara Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Nganjuk 2024 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk.

Pasalnya, seluruh tamu undangan serta insan Pers yang hadir dibuat terkejut, lantaran wanita yang akrab di panggil Bunda Ita juga mahir dalam berpantun.

Diawal sambutanya, Ita Triwibawati (Bunda Ita) dan Zuli Rantauwati (Mbak Zuli) setelah salam, Ia menyampaikan pantun yang di anggap oleh beberapa kalangan masyarakat mempunyai pesan tersirat yang indah dan penuh makna dalam isi pantun tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bunda Ita melontarkan Pantun menggunakan bahasa Jawa yang di artikan sebagai pesan dalam Pilkada Nganjuk agar suasana tenang dan damai, walaupun berbeda pilihan tidak boleh bertengkar.

 

Masak Pitik, di Gae Semur.
Tuku Jamu, di Campur Madu.
Nganjuk Damai Ayem Makmur
Bedo pilihan, Ojo di Gae Padu.

Berartikan: Masak ayam, di Buat Semur.
Beli Jamu, di Campur Madu.
Nganjuk Damai Ayem Makmur.
Beda Pilihan, Jangan Buat Bertengkar.

Sementara itu, menurut keterangan Aria Tri Putra Tya selaku Timses Bunda Ita dan Mbak Zuli, “Jika di hayati makna dalam pantun tersebut, Bunda Ita menyampaikan kepada seluruh Masyarakat serta para Calon Kontestasi Pilkada Nganjuk, supaya tidak hanya masyarakat yang harus saling menjaga suasana tenang dan damai dalam Pilkada nanti. Namun, seluruh calon dan timses juga tetep selalu menjaga ketentraman, keharmonisan, serta kerukunan dalam persaingan Pilkada Kabupaten Nganjuk.

 

(Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *