
Nganjuk | Updatenewstv- Menyambut Hari Jadi ke-1088 Kabupaten Nganjuk yang jatuh pada 10 April 2025, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar tasyakuran di pelataran Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, pada Rabu (9/4/2025) sore.
Acara ini dihadiri oleh masyarakat, komunitas sejarah, dan pegiat budaya, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal yang melekat kuat di Kabupaten Nganjuk.
Candi Lor, yang juga dikenal dengan nama Candi Jayamerta, merupakan situs bersejarah yang diyakini sebagai tempat lahirnya Kabupaten Nganjuk. Di lokasi ini pula ditemukan Prasasti Anjuk Ladang, sebuah bukti tertulis yang mengungkapkan awal mula berdirinya Nganjuk.
Prasasti tersebut mencatat bahwa pada masa Kerajaan Mataram Kuno, Raja Pu Sindok memberikan penghargaan kepada masyarakat setempat dengan menetapkan tanah Anjuk Ladang sebagai tanah kemenangan (sima), sebagai bentuk penghormatan atas keberanian mereka dalam membantu menghadang musuh, Pamalayu.
Kepala Disporabudpar Nganjuk, Sri Handariningsih, dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar tasyakuran ini dapat menjadi momentum refleksi sekaligus doa bersama demi kemajuan daerah.

Kami berharap melalui tasyakuran ini, seluruh masyarakat mendapat berkah dan keselamatan. Semoga Nganjuk terus berkembang dan semakin maju demi kesejahteraan rakyatnya,” ujar Sri.
Selain doa bersama, acara tasyakuran ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya lokal dan diskusi sejarah yang melibatkan komunitas pecinta budaya serta masyarakat umum.
Acara tasyakuran juga menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk yang ke-1088, yang akan diisi dengan berbagai agenda budaya, olahraga, dan pelayanan publik.
Puncak peringatan akan digelar pada 10 April 2025 dengan prosesi sakral Manusuk Sima di Candi Lor, yang menjadi tradisi tahunan dalam memperingati berdirinya Kabupaten Nganjuk. Prosesi ini merupakan wujud syukur dan penghormatan terhadap nilai sejarah yang terkandung di Candi Lor.
Setelah tasyakuran, sejumlah anggota paguyuban Trah Mpu Sendok melaksanakan Kidung Santi Puji, sebuah kidung pakem yang dilakukan sebagai bentuk doa pembuka di Candi Lor. Kidung ini menjadi bagian penting dalam setiap acara besar, termasuk untuk kelancaran pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk.
Penggerak Paguyuban Trah Mpu Sendok, Endah Lestiyowati, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar acara HUT Kabupaten Nganjuk berjalan lancar, meriah, dan damai.

Doa bersama ini sebagai wujud penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, supaya acara HUT Kabupaten Nganjuk ke-1088 tahun berjalan dengan meriah dan damai,” kata Endah.
Sebagai pegiat budaya, Endah juga berharap agar masyarakat Nganjuk semakin mengenal dan mencintai budaya lokal, seperti mocopat dan tradisi Manusuk Sima, yang diharapkan dapat memberikan edukasi sejarah yang penting bagi generasi mendatang.
Melalui kegiatan seni budaya di Candi Lor, kita berharap masyarakat semakin memahami dan menghargai nilai sejarah yang terkandung dalam budaya lokal kita,” tambahnya.
Dengan tasyakuran yang penuh khidmat ini, diharapkan Kabupaten Nganjuk semakin maju dan berkembang, serta masyarakatnya semakin mencintai dan melestarikan warisan budaya yang ada.
(Ricko)