
Nganjuk | Updatenewstv- Dugaan korupsi Dana Desa di Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, terus menjadi sorotan publik. Nama Kepala Desa Dadapan ikut terseret dalam kasus yang kini memasuki babak krusial dan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

Warga yang lamban atas penanganan kasus ini bahkan mengancam akan menduduki Kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk jika penegakan hukum tidak segera dilakukan. Mereka menyatakan mosi tidak percaya kepada Kepala Desa sebagai bentuk kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan desa saat ini.
Ketua Aliansi Masyarakat Dadapan (AMD), Mariyono, menyampaikan bahwa masyarakat merasa dikhianati oleh pemimpinnya sendiri setelah menunjukkan indikasi kuatnya konteks dana desa. Menurutnya, temuan yang ditangani Kejari mengarah pada tindak pidana korupsi yang tidak dapat ditoleransi.

Kami sudah sepakat untuk mosi tidak percaya kepada Kepala Desa Dadapan, karena proses yang ditangani Kejari menunjukkan indikasi kuat tindak pidana korupsi. Masyarakat sudah muak dan butuh kejujuran,” ungkap Mariyono saat dikonfirmasi pada Minggu (13/7/2025).

Ia menegaskan, AMD akan mengambil langkah lebih tegas dalam waktu dekat, salah satunya dengan aksi massal ke Kantor Kejaksaan Negeri Nganjuk.
Langkah kami selanjutnya adalah mengambil kejaksaan untuk menyampaikan bukti-bukti dan mendesak agar kasus ini segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (18/6/2025), Kejaksaan Negeri Nganjuk mengungkap adanya dugaan penyimpangan dana desa di Desa Dadapan yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp400 juta. Dana tersebut diduga mengalir ke rekening pribadi bendahara dan kepala desa tanpa melalui prosedur resmi yang seharusnya.
Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan kasus-kasus segera akan diselidiki ke tahap penyelidikan.

Tim kami telah melakukan pengecekan proyek fisik serta audit laporan keuangan desa. Dugaan kerugian negara sementara ini Rp400 juta dan kemungkinan bisa bertambah,” ungkapnya.
Masyarakat berharap pihak kejaksaan dapat segera menyelesaikan penyelidikan dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, suasana di Desa Dadapan kian memanas seiring meningkatnya tekanan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
(Ricko)