
Nganjuk | Updatenewstv – Jumlah jemaah haji Kabupaten Nganjuk tahun 2026 mengalami perubahan. Dari semula 732 orang, kini tersisa 731 jemaah setelah satu jemaah gagal berangkat karena meninggal dunia.
Jemaah yang meninggal dunia tersebut adalah Purwani (64), warga Dusun Bomo, Desa Duren, Kecamatan Sawahan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Nganjuk, Zainal Abidin Hanif Kamaloddin, mengatakan, dari 731 jemaah tersebut terdiri dari 628 jemaah reguler dan 103 jemaah cadangan yang naik.
Dari jumlah itu, sebanyak 336 jemaah laki-laki dan 394 jemaah perempuan.
“Untuk jemaah tertua atas nama Marmi binti Marjuki, asal Dusun Lunggur Kliki, Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan. Usianya 90 tahun, akan mendapatkan pendampingan dan pengawalan kesehatan secara khusus selama menjalankan ibadah haji,” ujar Hanif.
Sementara itu, jemaah termuda tercatat atas nama Muhammad Bustan Tsabit, asal Desa Godean, Kecamatan Loceret. yang masih berusia 17 tahun.
“Jemaah termuda ini diharapkan bisa memotivasi anak-anak muda agar memiliki semangat menunaikan ibadah haji sejak dini,” imbuh Hanif.
Lebih lanjut dijelaskan Hanif, ratusan jemaah haji Nganjuk tersebut terbagi dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 112, 113, dan 114.
Rinciannya, kloter 112 berjumlah 210 jemaah, kloter 113 sebanyak 373 jemaah, dan kloter 114 sebanyak 146 jemaah.
Seluruh jemaah dijadwalkan berangkat menuju Jeddah pada 21 Mei 2026, dengan jam yang berbeda tiap kloter.
Para jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
“Pemerintah memastikan seluruh persiapan, termasuk kesehatan dan pendampingan jemaah, telah dimaksimalkan untuk mendukung kelancaran ibadah haji tahun ini,” pungkas Hanif.
(TIM)