
Nganjuk | Updatenewstv- Tradisi turun-temurun “Bersih Desa” (Nyadran) kembali digelar dengan meriah oleh warga Dusun Winong, Kelurahan Ploso, Kecamatan Nganjuk, tepatnya di Rt.05/Rw.01.
Selama dua hari, warga larut dalam rangkaian kegiatan yang memadukan unsur spiritual, budaya, dan semangat kebersamaan.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nganjuk Harianto, Camat Nganjuk Hari Moektiono, Lurah Ploso Aswin Nizamiar, serta para sesepuh dan tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menambah semarak dan kekhidmatan jalannya acara.
Ketua Komisi I DPRD Nganjuk, Harianto, bahkan sempat menghibur warga sebelum acara dimulai. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya terus mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kebersamaan seperti ini harus dirawat, dan jangan lupa terus beribadah,” pesannya.

Rangkaian tradisi diawali dengan doa bersama di malam hari sebagai bentuk syukur atas berkah dan keselamatan. Puncaknya, hari ini warga berpartisipasi dalam ritual “ambengan” dan “rebutan hasil bumi”, sebuah simbol harapan akan kemakmuran dan kesejahteraan. Puncak acara ditandai dengan penyerahan gunungan wayang dari Camat Nganjuk kepada Lurah Ploso.
Dalam sambutannya, Camat Nganjuk Hari Moektiono mengatakan, “Bersih desa ini bukan sekadar seremoni, tapi wujud syukur dan sarana mempererat kebersamaan. Semoga Kelurahan Ploso semakin maju dan masyarakatnya kian sejahtera,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Lurah Ploso Aswin Nizamiar menyatakan bahwa tradisi ini penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal.

Ini bukan hanya tradisi, tapi momentum untuk mempererat silaturahmi, mengenang leluhur, dan menggerakkan perekonomian lokal seperti UMKM dan pertanian,” ujar Aswin, pada Jumat Legi (09/05/2025).
Sebagai penutup, malam harinya digelar pertunjukan wayang kulit yang menyedot perhatian warga. Tak hanya menghibur, pertunjukan ini juga menyampaikan pesan-pesan moral yang mengakar kuat pada budaya dan kearifan lokal.
(Ricko)