
Nganjuk | Updatenewstv- Setelah adanya pengumuman Calon Kepala Daerah (Cakada) gelombang pertama untuk Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Secara resmi diumumkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), pada Selasa (14/08/2024) di Kantor DPP PDIP Jakarta.
Dalam pengumuman tersebut, PDI Perjuangan mengumumkan puluhan nama calon yang akan diusung untuk beberapa Gubernur, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia. Namun, dari daftar yang diumumkan, Kabupaten Nganjuk tidak disebutkan siapa calon yang akan diusung oleh PDI Perjuangan.
Pengumuman calon Kepala Daerah di sampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Krisityanto serta di saksikan pada saat di Kantor DPP PDIP Jakarta oleh jajaran Pimpinan Partai dan sejumlah kader.
Rekomendasi DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terkait calon Kepala Daerah di Kabupaten Nganjuk hingga saat ini belum turun. Keterlambatan ini menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan internal partai maupun masyarakat Nganjuk.
Menurut keterangan Ketua DPC PDI Perjungan, Tatit Heru Tjahjono saat ditemui tim Update News tv di kediamannya, Ia mengatakan bahwa dirinya bersama kader partai PDIP Nganjuk juga menyaksikan pengumuman dari DPP PDIP.

Mulai pagi jam 10, semua Kader-kader partai mengikuti perkembangan tentang rekomendasi tersebut, entah dari PAC, DPC semua mengikuti. Dan hasil terakhirnya, Nganjuk belun turun,” ujarnya.
Tatit menyampaikan kepada kader-kader untuk bersama-sama menunggu, sembari Ia koordinasikan kepada DPD, maupun dengan DPP terkait rekomendasi di Nganjuk.
Ketua DPC PDIP Nganjuk mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui penyebab Nganjuk belum mendapatkan rekom, semua kewenangan tersebut dari DPP.
Mengenai dengan penyebabnya, kita juga tau beberapa kabupaten juga belum turun, seperti sebelah Kabupaten kita, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, Ponorogo, Magetan juga belum turun. Apa yang menjadi penyebab ini sepenuhnya menjadi kewenangan dari Dewan Pimpinan Pusat Partai. Kami yang di kabupaten ini cuma diberi tugas dan melaksanakan tugas untuk melakukan penjaringan Calon Bupati, dan sudah kami serahkan ke DPP melalui DPD. Maka, tugas kami berikutnya adalah menunggu keputusan rekomendasi. Apakah disana ada sesuatu?, ini semua kewenangan sepenuhnya ada di DPP. Sehingga kami tidak bisa mengira penyebabnya,” ungkapnya.
Terlebih lagi, terkait dengan pemberitahuan turunnya rekom, Tatit mengatakan secara resmi belum menerima pemberitahuan. Namun dirinya tetap mencoba berkomunikasi dengan pusat.
Kami DPC PDIP secara resmi belum ada pemberitahuan. Tapi kami mencoba melakukan komunikasi dengan DPP dan DPD melalui bapilunya bahwa ini semua agar dilakukan secepatnya,” ucap Tatit.
Sementara itu, setelah Ia berkomunikasi dengan Kabupaten tetangga, mendapatkan sekilas informasi bahwa rekom selanjutnya akan segera turun.
Setelah berkomunikasi dengan teman-teman samping Kabupaten maupun DPD, informasi terakhir rekom akan turun pada 20 Agustus 2024. Perlu diketahui bahwa informasi ini tidak resmi, hanya sekedar informasi,” tambahnya.
Tatit menjelaskan, dari pasangan Marhaen-Trihandy yang sudah mendapatkan rekom dari Partai Demokrat tidak menjadi kendala PDIP koalisi dengan Demokrat.
Saya yakin itu tidak menjadi permasalahan, bisa dilihat dari 38 kabupaten atau kota, hanya 4 yang sudah mendapatkan, mungkin dipusat masih ada kajian-kajian. Sebenarnya kita semua tidak berhak menilai itu, tapi kembali lagi kita menunggu sikap kesabaran yang progresif,” kata Ketua DPC PDIP Nganjuk.
Tatit menegaskan, semua pengurus Partai harus bersabar menunggu hasil resmi dari Dewan Pimpinan Pusat.
Kita tegaskan kepada teman-teman pengurus untuk bersabar mengunggu hasil resmi. Begitu hasil resmi keluar serta siapapun nanti yang direkomendasi, maka kita siap memenangkan,” ucap tegas seorang yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk.
Lebih lanjut, Ia belum bisa memastikan siapa yang mendapatkan rekom. Yang pasti mendapatkan rekom adalah kader terbaik sesuai dengan aspirasi masyarakat Kabupaten Nganjuk maupun Aspirasi dari Partai yang sudah melakukan proses penjaringan.
PDIP tetap berkomitmen untuk mengusung calon yang memiliki elektabilitas tinggi dan mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Nganjuk,” jelas Tatit.
Ketua DPC PDIP Nganjuk menyebutkan, apabila akan di linierkan seperti calon lain yang sudah mendapatkan rekom, itu sepenuhnya dari DPP.
Potensi di linierkan sepenuhnya kembali ke DPP. Terkait hal ini bukan sepenuhnya kewenangan, linier lebih bagus, tidak linierpun tetap jalan. Apapun keputusannya itu, kami juga yang melaksanakan. Apabila di linierkan akan lebih memudahkan ketika melakukan pergerakan,” bebernya.
Apabila di linierkan, akan bertampak pada koalisi yang sudah dibangun sebelumnya dan pasti agak mengurangi sedikit,” imbuh Tatit.
Potensi perpecahan koalisi tersebut, menurut Tatit, selama dirinya berpartai dengan adanya pilihan gubernur ataupun bupati, Ia menganggap tidak ada ketika tidak linier.
Pendaftaran Cakada dan Cawakada ke KPU yang akan dilaksanakan pada tanggal 23 hingga 27 Agustus, hingga saat ini calon dari PDIP Nganjuk belum mendapatkan rekom.
Sementara ini, saya melihat calon-calon sudah mulai bergerak, walaupun belum mendapatkan rekom secara resmi. Sehingga, siapapun itu kami sudah mengkomunikasikan dengan mereka yang daftar ke PDI. Apabila nantinya tidak mendapatkan rekom ya tidak berangkat. Siapapun yang direkomendasi, tentu secepatnya menyesuaikan kegiatan itu dengan kegiatan kepartaian,” Pungkasnya.