Kediri – Festival Teknik (Festik) 2026 yang digelar Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Nusantara PGRI Kediri kembali hadir dengan konsep yang lebih berwarna. Event tahunan yang sepenuhnya dikelola mahasiswa itu dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026 di Tirtayasa Park, Kota Kediri.
Dekan FTIK UN PGRI Kediri, Sulistiono, mengatakan Festik digelar tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengelola sebuah kegiatan besar.
Menurutnya, mahasiswa diberi kepercayaan penuh untuk menyelenggarakan acara mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, dengan pendampingan dari pihak fakultas dan universitas.
“Tujuan utama Festik ini untuk melatih mahasiswa menyelenggarakan event. Mereka belajar bertanggung jawab, berkolaborasi, disiplin, dan terbuka dalam bekerja sama,” katanya.
Selain itu, Festik juga menjadi sarana promosi kampus untuk menjaring calon mahasiswa baru, khususnya di lingkungan FTIK. Sulistiono menyebut antusiasme masyarakat terhadap Festik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Penonton tahun kemarin luar biasa, dari tiket yang terjual sekitar delapan ribu lebih. Itu menjadi sarana promosi yang efektif bagi kampus,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga mampu membentuk kemampuan mahasiswa dalam mengelola kegiatan secara profesional.
Sementara itu, Penanggung Jawab Festik 2026 sekaligus Gubernur BEM FTIK UN PGRI Kediri Erik Setyowibowo, mengatakan tahun ini panitia kembali menghadirkan grup band SID karena tingginya antusiasme penonton pada penyelenggaraan sebelumnya.
Selain SID, Festik 2026 juga menghadirkan sejumlah penampil lain seperti The Jeblogs, The Jansen, dan Luka Negara yang disebut akan tampil perdana di Kediri.
“Kami ingin Festik tahun ini lebih berwarna supaya semua genre musik bisa masuk. Harapannya event ini bisa terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penonton,” katanya.
Menurut Erik, konsep venue tahun ini juga dibuat berbeda dibanding sebelumnya. Panitia menambah sejumlah fasilitas seperti penitipan barang hingga photobooth untuk memberikan pengalaman lebih bagi pengunjung.
Ia menambahkan, Festik diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara karena diperkirakan akan didatangi penonton dari berbagai daerah.
“Tahun lalu ada penonton dari luar kota sampai Lampung. Kami berharap tahun ini juga banyak yang datang ke Kediri,” ujarnya.
Untuk tiket, panitia saat ini membuka penjualan presale tahap kedua dengan harga Rp100 ribu. Tiket dapat dibeli secara daring melalui tautan yang tersedia di media sosial panitia maupun secara offline di sejumlah titik penjualan.





















