Menu

Mode Gelap
Presiden Prabowo Tunda Resmikan Museum Marsinah, Bupati Marhaen: Keputusan Penundaan Disambut dengan Sikap Positif oleh Pemda Warga Nganjuk Sekarang Bisa Cek Status Pembayaran PBB Online Lewat Pamong Sigap Tradisi Manusuk Sima Kabupaten Nganjuk Pemkab Nganjuk kolaborasi dengan Kejaksaan Sidang Paripurna DPRD Nganjuk Hari Jadi Nganjuk Diwarnai Aksi Bergizi, Puluhan Ribu Siswa SD,SMP dan SMA Ikut Ambil Bagian, Salah Satunya SMPN1

Lainnya

352 Anak Ikut Sunat Massal Perdana di Kabupaten Nganjuk

badge-check


					352 Anak Ikut Sunat Massal Perdana di Kabupaten Nganjuk Perbesar

Nganjuk | Updatenewstv- Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Nganjuk. Alih-alih hanya diwarnai upacara dan lomba rakyat, pemerintah daerah justru menghadirkan kegiatan sosial penuh makna: sunat massal di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo, Kamis Pahing (28/8/2025).

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 352 anak dari berbagai daerah, mulai Nganjuk, Madura, Sidoarjo, hingga Malang ikut serta. Mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan, sehingga pelaksanaan berjalan aman dan nyaman.

Yang membuat acara ini istimewa, seluruh pembiayaan tidak bersumber dari APBD. Dana dan tenaga justru datang dari gotong royong masyarakat, lembaga, dan para donatur. Menurut Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, inilah bukti bahwa kekuatan kebersamaan masih hidup kuat di tengah masyarakat.

Pendopo ini rumah rakyat. Sunat massal ini menjadi bukti nyata bahwa dengan gotong royong, manfaat besar bisa hadir tanpa harus bergantung pada APBD,” ujar Marhaen.

Pemilihan hari Kamis Pahing bukan tanpa pertimbangan. Dari sisi agama, Kamis identik dengan amalan puasa Nabi Muhammad SAW yang dipercaya membawa keberkahan. Dari budaya Jawa, hari Pahing diyakini sebagai hari penuh tuah. Sementara dari sisi kenegaraan, acara ini diharapkan menanamkan semangat kemerdekaan pada generasi penerus bangsa.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan sajian tumpengan dan jenang sengkala sebagai ungkapan syukur. Setiap anak peserta juga mendapat bingkisan berupa kopiah, baju, sarung, uang saku, dan hadiah khusus. Banyak dari mereka mengaku senang sekaligus bangga bisa menjalani momen penting ini di pendopo bersejarah.

Tak hanya itu, sebelum dan sesudah Khitan Massal, anak-anak dihibur dengan menaiki becak secara massal mengelilingi jalur sekitar pendopo.

Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo kian menegaskan perannya sebagai “Rumah Rakyat”. Tahun 2023 lalu, pendopo menjadi saksi nikah massal. Kini, giliran sunat massal yang menorehkan catatan sejarah baru.

Bupati Marhaen berharap kegiatan semacam ini dapat berlanjut ke tahun-tahun berikutnya.

Kalau antusiasme masyarakat terus tinggi, kita bisa menjadikan sunat massal ini agenda tahunan. Pendopo akan selalu terbuka bagi kegiatan kreatif dan bermanfaat dari masyarakat,” tegasnya.

Dengan suasana penuh haru, syukur, dan kebersamaan, sunat massal di pendopo bersejarah ini bukan hanya ritual kesehatan, melainkan juga simbol nyata semangat gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai kemerdekaan.

(Ricko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Membanggakan ! Bupati Marhaen Djumadi Terima Penghargaan Tingkat Nasional, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri

27 April 2026 - 04:58 WIB

Ciptakan Duta Keselamatan Cilik, KAI Daop 7 Ajak Siswa Naik Kereta Bareng

26 April 2026 - 12:36 WIB

Hadiri Tasyakuran Revitalisasi Patung Lama, Polres Nganjuk Komitmen Dukung Penuh Pemugaran Dan Pembangunan Museum Marsinah

25 April 2026 - 11:11 WIB

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

25 April 2026 - 04:03 WIB

BULOG Kediri Sewa Gudang Untuk Tampung Lonjakan Stok, Sedangkan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

24 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di Lainnya