Belasan Kasus Suspek Campak Terdeteksi di Nganjuk, Dinkes Intensifkan Upaya Pencegahan

Nganjuk | Updatenewstv- Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mencatat adanya 14 kasus suspek campak hingga akhir Maret 2026. Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat seluruh kasus tersebut masih dalam proses verifikasi melalui uji laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Nganjuk, Latifah Hanim, menjelaskan bahwa sampel dari para pasien telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya untuk memastikan diagnosis.

Seluruh kasus masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, apakah benar campak atau bukan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menambahkan, tren kasus campak dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi. Pada 2023 tercatat tiga kasus positif, kemudian nihil pada 2024. Namun pada 2025, jumlahnya kembali meningkat menjadi enam kasus, terdiri dari empat campak dan dua rubella.

Kasus positif pada 2025 tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Berbek, Gondang, Nganjuk, dan Sawahan untuk campak. Sementara rubella ditemukan di Kecamatan Pace dan Nganjuk.

Penderita campak mayoritas anak usia 0 hingga 9 tahun, sedangkan rubella terjadi pada kelompok usia dewasa muda, sekitar 20 hingga 29 tahun,” jelasnya.

Meningkatnya temuan kasus ini menjadi sinyal kewaspadaan bagi masyarakat. Terlebih, beberapa daerah di Jawa Timur juga dilaporkan mengalami peningkatan kasus serupa hingga kejadian luar biasa (KLB).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Nganjuk tengah menggelar program imunisasi kejar campak secara serentak sejak 9 Maret hingga 18 April 2026. Sasaran utama program ini adalah anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Imunisasi penting untuk membentuk kekebalan kelompok. Kami mengimbau orang tua segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Latifah.

Tak hanya itu, upaya lain yang dilakukan meliputi pelacakan kasus, penyelidikan epidemiologi, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait gejala dan pencegahan penyakit campak dan rubella.

Dinkes berharap keterlibatan aktif masyarakat dapat menekan potensi penyebaran penyakit tersebut, sehingga jumlah kasus tidak terus meningkat di wilayah Kabupaten Nganjuk.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *