
Nganjuk | Updatenewstv – Batu andesit berbentuk balok yang diduga potongan ambang pintu candi era Majapahit, ditemukan di tengah area persawahan Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk.
Batu berukuran panjang sekitar 70 cm dan lebar 15 sentimeter itu awalnya sempat dikira batu patok pembatas tanah sawah, oleh warga setempat.
Aries Trio Effendi, Petugas Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk mengatakan, batu tersebut awalnya sempat tergeletak begitu saja di tengah sawah.
“Salah satu warga, namanya Pak Ridwan, sempat mengira itu patok tanah yang roboh,” ujar Aries, Rabu (29/4/2026).
Sampai pada awal April lalu, baru disadari oleh warga, ada ukiran atau relief di permukaan batu tersebut. Hingga akhirnya temuan itu dilaporkan ke relawan Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk).

“Setelah menerima laporan warga, kami bersama tim Kotasejuk mendatangi lokasi pada awal April lalu,” imbuh Aries.
Setelah dilihat secara langsung, di permukaan batu tersebut memang terdapat ukiran relief. Menurut Aries, ukiran tersebut membentuk angka tahun yang terbaca 1328 Saka atau 1404 Masehi.
“Berdasarkan ukiran angka tahun itu, diduga batu ini berasal dari era Majapahit,” ujar Aries.
Selain relief angka dalam bingkai kotak, pada permukaan batu juga terukir motif bunga, di kanan-kiri ukiran angka tahun. Sayangnya kondisi batu balok tersebut sudah tidak utuh. Salah satu ujungnya patah.
Temuan tersebut menurut Aries saat ini sudah dicatat dan akan dimasukkan dalam daftar pokok kebudayaan (dapokbud) di Disporabudpar Nganjuk.
“Belum bisa dipastikan fungsi batu ini. Dugaannya bisa ambang pintu candi, batas wilayah, atau bagian struktur bangunan era Majapahit lainnya. Perlu penelitian lebih lanjut,” ujar Aries.
Sukadi, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Nganjuk menambahkan, satu bagian benda saja seperti temuan batu balok tersebut, sudah bisa didaftarkan untuk mendapatkan nomor registrasi nasional.
“Prosesnya dimasukkan daftar pokok kebudayaan dulu di daerah. Lalu dilengkapi dengan foto-foto, deskripsi temuan, hingga kajian ahli, untuk kemudian didaftarkan registrasi nasional di Kementerian Kebudayaan,” ujar Sukadi.
Meskipun belum bisa dipastikan batu tersebut dari struktur bangunan apa, namun Sukadi memiliki dugaan yang sama dengan Aries, bahwa batu tersebut berasal dari serpihan ambang pintu candi.
“Ambang pintu sebelum masuk ke area utama candi. Jadi dugaannya di sekitar lokasi dahulunya ada bangunan candi era Majapahit,” pungkas Sukadi.
(TIM)