
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wabup Nganjuk pantau aktivitas peternak sapi di Sukorejo Loceret Nganjuk (Istimewa)
update-newstv.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Gubernur Khofifah Indar Parawansa, memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi surplus. Stok sapi, kambing, hingga domba mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Hal ini di sampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memantau aktivitas peternak sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (2/5/2026).

Secara rinci, ketersediaan sapi tercatat sebanyak 629.119 ekor dengan kebutuhan sekitar 70.550 ekor, kambing 940.693 ekor dengan kebutuhan 297.900 ekor, domba 484.468 ekor dengan kebutuhan 58.600 ekor.
Khofifah menyebut beberapa kesiapan telah dilakukan, mulai dari ketersediaan ternak, jaminan kesehatan hewan, hingga dukungan sumber daya manusia dan infrastruktur pemotongan.
“Alhamdulillah, ketersediaan ternak kurban di Jawa Timur tahun ini sangat mencukupi bahkan surplus. Ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang,” ucap Khofifah.
“Kemudian stok kerbau 1.698 ekor dengan kebutuhan sekitar 10 ekor. Kondisi ini menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan pada seluruh jenis ternak kurban di Jawa Timur,” imbuh Khofifah.
Selain memastikan ketersediaan, Pemprov Jatim juga menyiapkan tenaga profesional untuk menjaga kesehatan hewan kurban dan mutu daging. Langkah ini dilakukan agar proses kurban berjalan aman dan sesuai standar.
Tercatat sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di 38 kabupaten/kota guna mendukung kelancaran pelaksanaan kurban.
“Seluruh petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” tegas Khofifah
Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur ditopang 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 RPH-R, serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan yang siap digunakan, didukung 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan.***







