NGANJUK, UPDATENEWSTV– Warga kabupaten di buat heran dengan adanya dugaan prilaku tidak pantas oleh oknum kasatpol PP nganjuk,kamis (8/10/2026).
Seorang warga berinisial SA (45), asal Kelurahan Bogo, Nganjuk, mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk saat menanyakan tindak lanjut laporan pengaduan yang telah dilayangkan sebelumnya.
Peristiwa tersebut bermula pada pukul 15.15 WIB hari ini SA, mendatangi kantor Satpol PP untuk meminta kepastian dan menanyakan perkembangan surat permohonan pengaduan warga. Kedatangannya diterima langsung oleh Kasatpol PP di ruang kerjanya, didampingi dua orang staf.
Bukanya mendapat jawaban kejelasan atas aduannya, SA justru mendapati respons emosional dari pimpinan Satpol PP tersebut. Kasatpol PP diduga menolak memberikan penjelasan dan malah melontarkan nada tantangan.
”Saya menanyakan kelanjutan surat permohonan saya. Tetapi jawaban Kasat Pol PP malah mengejutkan saya “Sampean jangan merintah saya, saya punya atasan,” ungkap “SA” menirukan ucapan kasat “Saya tidak memerintah pak kasat, saya hanya menanyakan surat permohonan saya, dan saya sebagai warga/personal tidak membawa aorganisasi apapun, kata SA.
namun kasat, lanjut SA, kasat malah mengatakan “Ayo jotosan ae Ning jobo” dan jawaban ini mengejutkan saya ungkap SA
Enggan memperpanjang ketegangan, “SA” berkata “Jenengan itu Kepala Dinas, seharusnya tidak patut berkata seperti itu…” Dan memilih menyalami Kasatpol PP dan langsung berpamitan meninggalkan lokasi.
”SA” sangat menyayangkan sikap arogan yang ditunjukkan oleh seorang pejabat publik. Menurutnya, pemangku jabatan seharusnya memberikan pengayoman serta pelayanan yang santun kepada warga, bukan justru melakukan intimidasi.
”Bagi saya kejadian memalukan ini tidak etis dilakukan oleh Kepala Satpol PP. Seharusnya pejabat mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan menakuti apalagi mengancam warganya sendiri,” tegas SA.
Sementara itu menurut kasatpol PP nganjuk nafhan tohawi, saat di konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut, namun ia menjelaskan bahawa kejadian tersebut merupakan salah paham serta dikarenakan isi surat yang di anggap ada penekanan perintah yang harus dikonsultasikan dan di sampaikan kepada atasan yaitu bupati dan wakil bupati nganjuk.
” Ia mas. Namun smua itu salah paham. Intinya saya sampikan terkait kedatanganya SA., untuk menanyakan laporanya. Saya nunggu petunjuk Pimpinan. Intinya jangan diperpanjang. “Ujar nafhan saat di hubungi melalui via telfon.
Ditanya terkait apakah mengajak adu jotos SA. nafhan menjawab “jangan diperpanjang semua itu salah paham.
(Tim)



























