KEDIRI | UPDATENEWSTV – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri akan melakukan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 November 2026.
Persiapan matang terus digeber oleh civitas akademika Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri menjelang keberangkatan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional ke Malaysia.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta telah melalui proses seleksi dan mendapatkan izin dari orang tua. Mereka juga memperoleh pembekalan agar mampu menjalankan program pengabdian sesuai target yang ditetapkan kampus.
Untuk pembiayaan, UNP Kediri menerapkan skema sharing fund dan sharing cost. Kampus memberikan subsidi tiket, pembuatan paspor, serta bantuan transportasi. Sementara kebutuhan biaya lainnya ditanggung bersama oleh peserta.
Mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional juga mendapatkan dispensasi dari kewajiban KKN reguler. Sertifikat internasional yang diperoleh dapat direkognisi untuk konversi Satuan Kredit Semester (SKS), baik mata kuliah KKN maupun mata kuliah lain yang relevan.
Bukan sekadar menjalankan pengabdian masyarakat di luar negeri, para mahasiswa itu mendapat tugas memperkenalkan sekaligus merawat warisan budaya Jawa di tengah masyarakat Melayu keturunan Jawa. Mereka akan berinteraksi langsung dengan warga melalui sejumlah pelatihan dan lokakarya kebudayaan yang dikemas secara praktis.
Program ini melibatkan 12 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kehadiran mahasiswa UNP Kediri di negeri jiran tersebut diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat hubungan budaya antara masyarakat Indonesia dan Malaysia yang memiliki akar sejarah serta tradisi serumpun.
Wakil Rektor Bidang Riset, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi UNP Kediri, Dr. Agus Muji Santoso, M.Si., mengatakan KKN Internasional merupakan bagian dari upaya kampus memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki jejaring, pengetahuan, dan keterampilan yang mampu menjangkau lingkungan internasional.
“Tujuan KKN Internasional ini adalah meningkatkan wawasan global mahasiswa UNP Kediri agar memiliki jejaring, pengetahuan, dan keterampilan yang tidak hanya berskala nasional, tetapi juga internasional,” jelasnya, Jumat (30/10/2026).
Namun, ada misi lain yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, yakni memperkenalkan kembali nilai-nilai warisan budaya Jawa kepada masyarakat keturunan Jawa di Malaysia.
Sebab, keberadaan budaya tidak hanya bergantung pada tempat asalnya, tetapi juga pada kesediaan generasi penerus untuk mengenali, mempraktikkan, dan mewariskannya, ” ungkapnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNP Kediri, Dr. Ika Santia, M.Pd., menjelaskan pihaknya telah menyiapkan tujuh program unggulan bertema heritage atau warisan budaya. Materi yang diperkenalkan meliputi Bahasa Jawa, tari tradisional, herbal drink, kuliner Nusantara, jamasan pusaka, serta etnocraft Jawa.
“Karena memang temanya adalah heritage atau budaya, maka kami punya tujuh program unggulan yang akan dilaksanakan di sana, mulai dari Bahasa Jawa, tari tradisional, herbal drink, kuliner Nusantara, jamasan pusaka, hingga etnocraft Jawa,” jelas Ika.
Sejumlah kegiatan akan dikembangkan menjadi pelatihan langsung. Mahasiswa tidak hanya mengenalkan kekayaan kuliner seperti sambal pecel dan tahu telur, tetapi juga mengajak masyarakat mengenal pembuatan jamu, teknik ecoprint, serta seni dan tradisi Jawa lainnya.
Setiap program juga memiliki target pemberdayaan. Mahasiswa diwajibkan memetakan kemampuan awal masyarakat, melaksanakan kegiatan, kemudian mengevaluasi hasilnya.
Capaian tersebut dituangkan dalam laporan akhir berupa persentase keberhasilan program, disertai dokumentasi dan diseminasi melalui media sosial.
Bagi mahasiswa, kesempatan ini menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Wisnu Surotama Wardana, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Sejarah UNP Kediri, mengaku bersyukur terpilih menjadi salah satu peserta yang membawa nama kampus ke luar negeri.
“Motivasi kami sebagai peserta KKN Internasional 2026 UNP Kediri merupakan sebuah suatu kebanggaan tersendiri karena bisa membawa kampus kami untuk menuju ke mancanegara,” ujar Wisnu.
Menurut dia, keikutsertaan dalam program tersebut juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kebudayaan Jawa layak diperkenalkan kepada masyarakat internasional. Ia berharap pengalaman ini dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani membawa identitas budaya daerah ke ruang pergaulan yang lebih luas.
Melalui kegiatan tersebut, UNP Kediri berharap pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada selesainya agenda di Malaysia. Lebih dari itu, pengalaman lintas negara dan pengenalan budaya Jawa diharapkan memperkuat kontribusi kampus dalam membangun jejaring pendidikan serta memperluas reputasinya di kawasan ASEAN.


























