Kota Kediri Dipercaya Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Barongsai-Naga, Diikuti 25 Tim Jawa-Bali

KEDIRI | UPDATENEWSTV – Kota Kediri menjadi tuan rumah Kejuaraan Barongsai dan Naga Wali Kota Kediri Cup 2026. Kejuaraan yang berlangsung 3–4 Oktober di GOR Jayabaya tersebut diikuti 25 tim dari berbagai daerah di Jawa dan Bali.

Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin mengatakan, kejuaraan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Kediri karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi barongsai dan naga tingkat Jawa Timur.

“Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Kediri karena dipercaya untuk menyelenggarakan kejuaraan Barongsai dan Naga,” ujar Qowimuddin di GOR Jayabaya, Sabtu (3/10/2026).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, perkembangan olahraga barongsai saat ini tidak lagi sebatas pertunjukan seni dalam berbagai kegiatan. Barongsai telah berkembang menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dan memiliki pembinaan atlet secara serius.

Karena itu, Qowimuddin menilai kejuaraan tersebut dapat menjadi ajang pencarian bibit atlet sekaligus mempersiapkan kekuatan Kota Kediri untuk menghadapi berbagai kompetisi olahraga di tingkat yang lebih tinggi.

“Barongsai sekarang tidak hanya sekadar seni, tetapi sudah masuk cabang olahraga. Ini menjadi kesempatan untuk mencari bibit dan mempersiapkan atlet,” katanya.

Selain aspek olahraga, penyelenggaraan kejuaraan juga dinilai sejalan dengan upaya Pemkot Kediri mengembangkan konsep sport tourism. Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai daerah diharapkan ikut menggerakkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

“Dengan adanya perlombaan ini tentu ada hal yang luar biasa bagi Kota Kediri. Akan banyak tamu yang datang dan ini penting untuk menggerakkan city tourism sekaligus ekonomi Kota Kediri,” jelasnya.

Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko menambahkan, kejuaraan tersebut merupakan agenda perdana cabang olahraga barongsai di Kota Kediri. Antusiasme peserta cukup tinggi dengan 25 tim yang datang dari wilayah Jawa hingga Bali.

“Untuk FOBI atau barongsai ini baru pertama diadakan di Kota Kediri. Pesertanya cukup banyak, kurang lebih 25 tim dari Jawa dan Bali,” kata Koko.

Ia menyebut perkembangan prestasi barongsai Kota Kediri juga menunjukkan tren positif. Pada ajang Porprov Jawa Timur sebelumnya, atlet barongsai Kota Kediri berhasil menyumbangkan medali dan turut memperkuat capaian kontingen daerah.

Prestasi tersebut menjadi modal untuk meningkatkan pembinaan. KONI Kota Kediri bersama Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Kediri menargetkan prestasi yang lebih baik pada ajang Porprov Jatim berikutnya.

“Kami terus mempersiapkan atlet. Kalau sebelumnya mendapatkan tiga medali dengan dua nomor, ke depan kami berharap bisa meningkat menjadi empat medali,” ujarnya.

Kejuaraan Wali Kota Kediri Cup 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kompetisi bagi atlet barongsai. Dengan peserta dari berbagai daerah, ajang tersebut diharapkan memberikan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang munculnya atlet-atlet potensial dari Kota Kediri.

Pos terkait