Menu

Mode Gelap
Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran Momentum May Day, PKB Nganjuk Launching Hari Fraksi HALO PKB NGANJUK Inilah Pernyataan Sikap IJTI Dalam Sambut Hari Buruh Sedunia KONI Kota Kediri Gelar FGD Sport Tourism Dalam Wacana Tuan Rumah Porprov Jatim 2029 Bupati Marhaen Tegaskan Bakal Kawal Hak Buruh Saat Peringatan May Day di Makam Pahlawan Marsinah Peringati Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Jadi Ajang Gali Potensi Atlet Muda

Lainnya

KPU Nganjuk Dikecam, Debat Kedua Dinilai Gagal Lantaran Pelaksanaan di Saat Jam Kerja

badge-check

Nganjuk | Updatenewstv- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk kembali menuai kontroversi setelah pelaksanaan debat calon Bupati (Pilbup) kedua yang digelar di Gedung Wanita, Jalan Yos Sudarso, Payaman, Nganjuk.

Banyak pihak menilai acara tersebut tidak relevan dan dilaksanakan pada jam yang tidak tepat, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Debat yang dijadwalkan pada tanggal 6 November 2024, pukul 15.00 WIB, dianggap kurang sesuai dengan waktu yang ideal bagi sebagian besar warga.

Pasalnya, jam tersebut bertepatan dengan waktu menjelang pulang kerja, membuat banyak orang kesulitan untuk mengikuti acara secara langsung. Selain itu, tayangan debat hanya bisa diakses melalui saluran televisi JTV, yang menurut sebagian masyarakat Nganjuk sulit ditangkap karena mayoritas warga menggunakan Set Top Box (STB) untuk menerima siaran TV digital.

Akibatnya, warga yang tidak dapat menonton melalui televisi terpaksa mengandalkan streaming melalui kanal YouTube KPU Nganjuk atau JTV. Namun, hal ini juga menuai keluhan karena kualitas jaringan yang kurang stabil, sehingga tayangan menjadi terganggu.

Kontroversi semakin memuncak dengan munculnya gesekan antar pendukung pasangan calon. Situasi ini menciptakan ketegangan di kalangan masyarakat, bahkan ada yang menyebutkan bahwa suasana debat menjadi tidak kondusif dan tidak mendukung proses demokrasi yang sehat.

Selain itu, banyak pihak yang mengkritik KPU Nganjuk karena dianggap kurang profesional dalam menyelenggarakan acara tersebut.

Banyak masyarakat menilai bahwa KPU tidak cukup sensitif terhadap kebutuhan lokal, terutama dalam memilih waktu yang lebih tepat dan akses media yang lebih merata. Bahkan, tudingan pun muncul bahwa KPU dianggap kurang menghargai media lokal yang seharusnya diberi kesempatan lebih besar dalam mendukung jalannya debat.

Dengan segala permasalahan tersebut, KPU Nganjuk diharapkan dapat lebih memperhatikan dinamika lokal dan memberikan solusi yang lebih bijaksana agar pemilu dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat.

 

(Ricko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran

2 Mei 2026 - 00:29 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Insiden Truk Mogok di Perlintasan Hingga Tertemper KA Dhoho

29 April 2026 - 07:56 WIB

Membanggakan ! Bupati Marhaen Djumadi Terima Penghargaan Tingkat Nasional, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri

27 April 2026 - 04:58 WIB

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

25 April 2026 - 04:03 WIB

BULOG Kediri Sewa Gudang Untuk Tampung Lonjakan Stok, Sedangkan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

24 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di Lainnya