Nganjuk-UpdateNewstv– Ratusan warga dari dua dusun, yakni Dusun Jatirejo dan Dusun Sanan, Desa Mojoduwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menutup akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Kecamatan Ngetos dengan Kecamatan Berbek.
Warga menilai kondisi jalan yang rusak parah sudah berlangsung hampir 10 tahun akibat hilir mudik truk tambang yang diduga membawa muatan melebihi kapasitas jalan. Berulang kali masyarakat menyampaikan keluhan kepada pihak pengusaha tambang, namun hingga kini warga mengaku hanya menerima janji tanpa realisasi.
Puncaknya, warga memasang banner di tengah jalan sebagai simbol penolakan terhadap aktivitas truk tambang. Mereka menegaskan, kendaraan pengangkut hasil tambang dilarang melintas sebelum ada kepastian perbaikan jalan yang rusak.
Perwakilan warga, Lukman, mengatakan saat ini terdapat dua lokasi tambang yang beroperasi di wilayah tersebut. Setiap hari, lebih dari 100 truk tambang melintas di depan permukiman warga.
“Kami sudah lama menyampaikan keluhan. Jalan ini rusak akibat aktivitas truk tambang. Sebelum jalan diperbaiki dan dicor, kami meminta seluruh truk tambang tidak melintas,” tegas Lukman.
Menurut warga, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Kondisi jalan berlubang dan rusak membuat warga khawatir, terutama bagi pengendara roda dua yang setiap hari melewati jalur tersebut.
Sementara itu, Camat Ngetos, Nuri, membenarkan adanya kerusakan jalan akibat aktivitas kendaraan tambang. Ia menyebut, terdapat sekitar 1 kilometer ruas jalan yang mengalami kerusakan.
Pihak kecamatan juga menjelaskan, pengusaha tambang telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan penutupan sementara aktivitas tambang sambil menunggu proses penyelesaian lebih lanjut.
Aksi warga ini menjadi peringatan keras agar aktivitas industri tidak mengabaikan dampak terhadap infrastruktur dan masyarakat sekitar. Warga berharap perbaikan jalan segera direalisasikan, bukan kembali berhenti pada janji semata.Setelah bertahun-tahun menghadapi kerusakan jalan akibat aktivitas truk tambang bermuatan berat, ratusan warga turun ke jalan dan melakukan aksi blokir sebagai bentuk protes
(Tim)











