Menu

Mode Gelap
Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran Momentum May Day, PKB Nganjuk Launching Hari Fraksi HALO PKB NGANJUK Inilah Pernyataan Sikap IJTI Dalam Sambut Hari Buruh Sedunia KONI Kota Kediri Gelar FGD Sport Tourism Dalam Wacana Tuan Rumah Porprov Jatim 2029 Bupati Marhaen Tegaskan Bakal Kawal Hak Buruh Saat Peringatan May Day di Makam Pahlawan Marsinah Peringati Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Jadi Ajang Gali Potensi Atlet Muda

Lainnya

Retakan Tanah 30 Meter di Lereng Gunung Wilis Nganjuk Rawan Longsor, BPBD dan Tim Gabungan Siaga

badge-check


					Retakan Tanah 30 Meter di Lereng Gunung Wilis Nganjuk Rawan Longsor, BPBD dan Tim Gabungan Siaga Perbesar

 

Nganjuk | Updatenewstv- Retakan tanah sepanjang 30 mete ditemukan di lereng Gunung Wilis, tepatnya di hutan Dusun Salamjudeg, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos.

Retakan itu dicek langsung oleh tim gabungan BPBD Nganjuk, Tagana, Forpimcam Ngetos, Perhutani, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar pada Minggu (5/4/2026).

Kepala BPBD Nganjuk Sutomo mengatakan, kondisi retakan tampak menganga, dengan kedalaman bervariasi antara 30 cm hingga terdalam 3 meter.

Hal ini dinilai buruk karena memicu longsor yang mengancam keselamatan warga.

Retakan berada di kawasan pegunungan, tepatnya di atas kawasan petilasan Makam Argojali,” ujar Sutomo kepada detikJatim, Senin (6/4/2026).

Menurut Sutomo, retakan tanah tersebut berisiko memicu pergerakan tanah, terutama setelah kemarau panjang yang diikuti hujan.

Tim BPBD Nganjuk bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan dan siaga,” ujarnya.

Sutomo mengimbau warga yang berada di sekitar lokasi maupun yang melintas, untuk meningkatkan kewaspadaan. Bahkan, warga diminta bersiap untuk mengungsi sementara jika kondisi tanah semakin labil.

Sementara itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko menambahkan, jarak retakan dengan organisasi terdekat sekitar 2,5 kilometer, yakni di Dusun Salamjudeg yang mempekerjakan sekitar 50 kepala keluarga.

Namun, di sekitar lokasi, retakan juga merupakan lahan garapan warga yang ditanami cengkeh.

Selain itu, lokasi ini juga sering datangi peziarah yang menuju petilasan Makam Argojali, sehingga potensi risiko tidak hanya bagi warga, tetapi juga pengunjung,” imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Nuri menyebut akan segera memasang spanduk atau papan peringatan, serta garis polisi di sekitar lokasi retakan.

Kami mohon masyarakat lebih waspada, terutama saat melintas atau beraktivitas di sekitar lokasi,” tutupnya.

 

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran

2 Mei 2026 - 00:29 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Insiden Truk Mogok di Perlintasan Hingga Tertemper KA Dhoho

29 April 2026 - 07:56 WIB

Membanggakan ! Bupati Marhaen Djumadi Terima Penghargaan Tingkat Nasional, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri

27 April 2026 - 04:58 WIB

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

25 April 2026 - 04:03 WIB

BULOG Kediri Sewa Gudang Untuk Tampung Lonjakan Stok, Sedangkan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

24 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di Lainnya