Sidak Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Marah-Marah dan Sebut Kata Bodoh

Nganjuk | Updatenewstv  – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendadak marah-marah, di tengah agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/4/2026).

Sang menteri tiba-tiba meluapkan emosinya, saat baru tiba di lokasi kunjungan kedua, di proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Begitu masuk gerbang proyek, Dody yang tampil nyentrik mengenakan sarung langsung menegur salah satu pegawai Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) bernama A. Akhbar.

“Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggungjawabmu. Alasan bodoh itu, benar-benar bodoh itu,” ujar Dody.

Nada bicaranya tinggi, sambil berkali-kali menunjuk wajah bawahannya tersebut.

Dody juga menyinggung soal komitmen dan kesanggupan pegawainya. Dengan nada yang masih emosi, dia menyebut jika memang tidak sanggup mengerjakan, maka seharusnya dari awal mengaku saja.

“Itu tanggungjawabmu. Kalau kamu memang nggak sanggup Juni, yang bilang nggak sanggup,” ucap Dody.

Sang pegawai hanya bisa diam mendengarkan dengan wajah tegang, sambil sesekali mengangguk dan mengucapkan “Baik Pak,'”.

Usai marah-marah, Dody bergegas balik kanan kembali ke dalam mobil. Ia tak jadi meninjau lokasi dalam proyek. Tak sampai 5 menit, iring-iringan kemudian meninggalkan lokasi.

Belum diketahui pasti apa permasalahan yang memicu amarah Dody. Namun diduga terkait progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang tidak sesuai harapan.

Untuk diketahui, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nganjuk dilaksanakan oleh Kementerian PU berkolaborasi dengan Kementerian Sosial.

Biayanya bersumber dari APBN 2026 dengan nilai total Rp 911 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Adapun kontraktor pembangunanya adalah PT Brantas Abipraya.

(TIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *