Menu

Mode Gelap
Momentum May Day, PKB Nganjuk Launching Hari Fraksi “HALO PKB NGANJUK” Inilah Pernyataan Sikap IJTI Dalam Sambut Hari Buruh Sedunia KONI Kota Kediri Gelar FGD Sport Tourism Dalam Wacana Tuan Rumah Porprov Jatim 2029 Bupati Marhaen Tegaskan Bakal Kawal Hak Buruh Saat Peringatan May Day di Makam Pahlawan Marsinah Peringati Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Jadi Ajang Gali Potensi Atlet Muda Peziarah Padati Makam Marsinah di Hari Buruh, Serikat Buruh Gaungkan Semangat Perjuangan

Lainnya

Sidak Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Marah-Marah dan Sebut Kata Bodoh

badge-check


					Sidak Sekolah Rakyat di Nganjuk, Menteri PU Marah-Marah dan Sebut Kata Bodoh Perbesar

Nganjuk | Updatenewstv  – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendadak marah-marah, di tengah agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (11/4/2026).

Sang menteri tiba-tiba meluapkan emosinya, saat baru tiba di lokasi kunjungan kedua, di proyek pembangunan gedung Sekolah Rakyat, Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Begitu masuk gerbang proyek, Dody yang tampil nyentrik mengenakan sarung langsung menegur salah satu pegawai Direktorat Jenderal Prasarana Strategis (DJPS) bernama A. Akhbar.

“Itu alasan bodoh. Nggak boleh kamu bicara seperti itu. Begitu pekerjaan ini kamu terima, itu tanggungjawabmu. Alasan bodoh itu, benar-benar bodoh itu,” ujar Dody.

Nada bicaranya tinggi, sambil berkali-kali menunjuk wajah bawahannya tersebut.

Dody juga menyinggung soal komitmen dan kesanggupan pegawainya. Dengan nada yang masih emosi, dia menyebut jika memang tidak sanggup mengerjakan, maka seharusnya dari awal mengaku saja.

“Itu tanggungjawabmu. Kalau kamu memang nggak sanggup Juni, yang bilang nggak sanggup,” ucap Dody.

Sang pegawai hanya bisa diam mendengarkan dengan wajah tegang, sambil sesekali mengangguk dan mengucapkan “Baik Pak,'”.

Usai marah-marah, Dody bergegas balik kanan kembali ke dalam mobil. Ia tak jadi meninjau lokasi dalam proyek. Tak sampai 5 menit, iring-iringan kemudian meninggalkan lokasi.

Belum diketahui pasti apa permasalahan yang memicu amarah Dody. Namun diduga terkait progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat yang tidak sesuai harapan.

Untuk diketahui, pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Nganjuk dilaksanakan oleh Kementerian PU berkolaborasi dengan Kementerian Sosial.

Biayanya bersumber dari APBN 2026 dengan nilai total Rp 911 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Ngawi, Madiun, dan Pacitan. Adapun kontraktor pembangunanya adalah PT Brantas Abipraya.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Insiden Truk Mogok di Perlintasan Hingga Tertemper KA Dhoho

29 April 2026 - 07:56 WIB

Membanggakan ! Bupati Marhaen Djumadi Terima Penghargaan Tingkat Nasional, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri

27 April 2026 - 04:58 WIB

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

25 April 2026 - 04:03 WIB

BULOG Kediri Sewa Gudang Untuk Tampung Lonjakan Stok, Sedangkan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

24 April 2026 - 12:15 WIB

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana melalui Lori Dresin untuk Jaga Keandalan Perjalanan KA

24 April 2026 - 12:01 WIB

Trending di Lainnya