360 Motor Dimutilasi di Rumah Warga Waung, Aktivitas Tersangka Luput dari Sorotan Selama Bertahun-tahun

Nganjuk | Updatenewstv- Suasana di sebuah rumah di Desa Waung, Kecamatan Baron, kini berubah drastis. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai tempat penyimpanan ratusan sepeda motor tiba-tiba berhenti setelah aparat mengungkap praktik pembongkaran kendaraan yang dilakukan pemiliknya.

Sebanyak 360 unit sepeda motor diketahui telah dibongkar menjadi onderdil oleh AK (23), warga Desa Lestari Patianrowo yang dalam tujuh bulan terakhir tinggal di Dusun Waung. Motor-motor tersebut disebut berasal dari lokasi rumahnya di Waung serta dari Desa Lestari Patianrowo.

Dina, salah satu tetangga, mengaku tidak pernah menaruh kekayaan berarti terhadap aktivitas AK.

Orangnya jarang bersosialisasi, cenderung tertutup. Rumahnya juga terbuka seperti rumah warga lain, dari depan bisa langsung terlihat. Setahu kami dia hanya jual beli onderdil motor bekas,” tuturnya, Jumat (13/2/2026).

Secara fisik, rumah tersebut berada di gang yang terhubung langsung dengan jalan utama desa. Pagar besi berwarna hitam dan tembok kokoh membatasi bangunan, namun bagian dalam tetap bisa terlihat dari luar. Letaknya yang berada di tengah organisasi padat membuat banyak warga tak menyangka adanya aktivitas ilegal di dalamnya.

Pengungkapan kasus ini disampaikan oleh Kapolrestabes Surabaya, Luthfie Sulistiawan, yang mengungkap penyelidikan menemukan sejumlah fakta yang mencengangkan.

Kami menemukan berbagai komponen motor yang sudah dipreteli di dalam rumah serta di beberapa titik tersembunyi di sekitar pekarangan. Tersangka ternyata sudah melakukan praktik ini selama kurang lebih dua tahun tujuh bulan di Waung,” jelasnya kepada awak media.

Ia juga mengaku heran bagaimana aktivitas tersebut bisa berlangsung lama tanpa terendus.

Yang membuat kami bertanya-tanya adalah bagaimana kegiatan ini bisa dilakukan di rumah yang relatif terbuka dan berada di tengah lingkungan warga,” tambahnya.

Kini proses hukum terhadap tersangka tengah berjalan. Sementara itu, peristiwa ini menjadi bahan perenungan bagi warga sekitar. Ketua RW setempat, Supriyono, menilai kejadian tersebut menjadi pelajaran penting tentang pentingnya kepedulian sosial.

Kita ini sering sibuk dengan urusan masing-masing. Mungkin kalau komunikasi antar tetangga lebih intens dan saling peduli, hal seperti ini bisa terdeteksi lebih awal,” ujarnya.

Kasus ini tidak hanya meninggalkan jejak persoalan hukum, tetapi juga meninggalkan refleksi mendalam bagi masyarakat Desa Waung tentang arti kedekatan, kebersamaan, dan kontrol sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.

 

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *