
Nganjuk | Updatenewstv- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Dapil I, Marianto, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi Masyarakat Tahun 2025 yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Nganjuk di Pendopo Kecamatan Nganjuk, Selasa (11/11/2025).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Bakesbangpol Kabupaten Nganjuk Drs. Eko Sutrisno, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk Koko Roby Yahya, Camat Nganjuk Hari Moektiono, jajaran Kepala Desa/Lurah se-Kecamatan Nganjuk, serta berbagai tamu undangan.
Dalam Berbagainya sekaligus membuka kegiatan, Drs. Eko Sutrisno menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan yang dinilai penting untuk memperkuat rasa persahabatan di tengah masyarakat.

Terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk memperkuat semangat nasionalisme dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Eko.
Hal senada disampaikan Camat Nganjuk Hari Moektiono yang mengungkapkan kebanggaannya atas kepercayaan Bakesbangpol menjadikan Kecamatan Nganjuk sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Kami keluarga besar Kecamatan Nganjuk berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar dan membawa manfaat bagi peningkatan rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk Marianto tampil sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Pendidikan Kewarganegaraan dalam Budaya Kultural untuk Menanamkan Sikap Patriotisme kepada Masyarakat”.
Marianto menyoroti menurunnya semangat patriotisme di kalangan masyarakat, terutama di era digital saat ini.

Saat ini jiwa-jiwa patriotisme agak berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat cenderung meniru media digital tanpa menyaring nilai-nilai kebangsaan. Jiwa gotong royong, toleransi, bahkan kebiasaan memasang bendera merah putih di Hari Kemerdekaan mulai luntur,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD bersama Bakesbangpol terus mengupayakan kegiatan sosialisasi di berbagai dapil untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di kalangan masyarakat.
Kita terus melakukan sosialisasi seperti ini agar masyarakat kembali menanamkan nilai cinta tanah air. Pemerintah juga sangat mendesak untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya pada waktu tertentu sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa,” ujarnya.
Marianto juga menekankan bahwa pendidikan negeri memiliki peran strategis dalam membentuk warga negara yang aktif, demokratis, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, masyarakat harus berperan bukan hanya sebagai objek, tetapi juga sebagai subjek pendidikan yang berpartisipasi dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkarakter.
Masyarakat adalah lingkungan ketiga setelah keluarga dan sekolah. Disana terbentuklah kebiasaan, sikap, dan nilai moral yang menjadi dasar kepribadian bangsa,” jelas Marianto.
Ia juga menguraikan konsep pendidikan berbasis masyarakat, di mana masyarakat memiliki kepedulian, kesadaran, serta tanggung jawab terhadap proses pendidikan sebagai bagian dari kemajuan bersama.
Lebih lanjut, Marianto menyoroti tantangan moral dan sosial di masyarakat, seperti praktik hakim utama sendiri, pemerasan, dan kekerasan yang marak terjadi.
Hal ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga tumbuh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pendidikan kewarganegaraan harus mampu membentuk warga yang berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki keterampilan partisipatif untuk memperkuat kehidupan demokratis di Indonesia.
Kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh Bakesbangpol ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan semangat nasionalisme dan cinta tanah air, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga keutuhan NKRI.
(Ricko)


















