
Nganjuk | Updatenewstv- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar rapat optimalisasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Bipartit sebagai langkah preventif mencegah penyumbatan hubungan industrial, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 40 perusahaan di Nganjuk yang memiliki lebih dari 50 karyawan.

Rapat tersebut menjadi forum strategi untuk memperkuat komunikasi antara manajemen perusahaan dan perwakilan pekerja, sekaligus mengantisipasi potensi konflik ketenagakerjaan di tengah pertumbuhan investasi yang kian pesat di daerah.
Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, menyampaikan bahwa saat ini Nganjuk tengah mengalami peningkatan investasi dari berbagai perusahaan. Kondisi ini membuka peluang kerja yang luas bagi masyarakat, namun di sisi lain juga menuntut kesiapan dalam pengelolaan hubungan industrial.

Pertumbuhan perusahaan di Nganjuk membawa dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Tapi kita juga harus mengantisipasi potensi masalah hubungan industrial. Perusahaan dan pekerja harus bisa berjalan berdampingan, saling memenuhi hak dan kewajiban sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, mencakup hak normatif pekerja serta kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan menjadi kunci terciptanya iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Dengan hubungan industrial yang harmonis, operasional perusahaan dapat berjalan lancar dan kesejahteraan pekerja pun lebih terjamin.
Dalam rapat tersebut, Disnaker juga melakukan evaluasi terhadap catatan pembesaran yang terjadi di sejumlah perusahaan sepanjang tahun sebelumnya. Hasil evaluasi ini dipaparkan sebagai bahan pembelajaran bersama agar kasus serupa tidak kembali terulang di tahun 2026.
Kami memetakan potensi-potensi permasalahan yang pernah muncul. Harapannya, di tahun ini hal yang sama tidak terjadi lagi. Bahkan persoalan yang belum muncul pun bisa kita cegah sejak dini,” tambah Itsna.
Ia juga menegaskan peran mediator Disnaker dalam menjembatani perusahaan dan pekerja ketika muncul permasalahan hubungan industrial. Mediator bertugas memfasilitasi dialog dan mencari solusi agar konflik tidak berkembang menjadi penyelesaian jangka panjang.
Di Disnaker ada mediator yang siap membantu ketika ada persoalan. Kami ingin setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui mediasi yang baik, sehingga tidak merugikan kedua belah pihak,” jelasnya.
Disnaker berharap seluruh pihak dapat terus menjaga kondusivitas hubungan industrial di Kabupaten Nganjuk. Dengan situasi yang aman dan harmonis, peluang investasi yang terbuka lebar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kita ingin iklim investasi di Nganjuk tetap kondusif. Hubungan antara perusahaan dan pekerja harus berjalan aman dan damai. Terima kasih kepada semua pihak yang selama ini menjaga stabilitas, semoga ke depan bisa semakin baik,” tutupnya.
(Ricko)


















