
Nganjuk | Updatenewstv- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (FPD) sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas PUPR, Rabu (11/2/2026), dan menghadirkan para pemangku kepentingan terkait.
Forum ini menjadi wadah strategi untuk menyelaraskan berbagai program dan prioritas pembangunan infrastruktur daerah, sehingga tetap selaras dengan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Nganjuk. Melalui forum ini, arah kebijakan pembangunan diharapkan semakin terarah dan tepat sasaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, dalam Berbagainya menyampaikan bahwa PUPR memiliki peran penting dalam membantu kepala daerah menjalankan urusan pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.
Ia menjelaskan, Dinas PUPR terbagi dalam lima bidang utama, yakni Bina Marga yang diperkuat tim URCPJJ, Cipta Karya, Pengairan dengan dukungan tim URC Jogotirto, Penataan Ruang, serta Jasa Konstruksi dan Alat Berat.
Menurut Onny, PUPR menjadi salah satu penggerak utama pembangunan infrastruktur daerah, mulai dari pembangunan dan perawatan jalan serta jembatan, hingga pengelolaan irigasi dan drainase. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya ditujukan untuk memperlancar konektivitas, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui penyediaan layanan dasar.
Dalam Renja 2027, setiap bidang memiliki fokus kerja yang berbeda namun saling mendukung. Bidang Bina Marga menargetkan peningkatan kemantapan jalan dan jembatan. Bidang Cipta Karya memprioritaskan perluasan akses air minum perpipaan (Pamsimas), peningkatan sanitasi layak, integrasi sistem drainase, serta pemeliharaan gedung-gedung pemerintah.
Sementara itu, Bidang Pengairan diarahkan pada pengelolaan sumber daya udara secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna menunjang ketahanan dan swasembada pangan. Bidang Penataan Ruang fokus pada pengendalian pemanfaatan ruang agar tetap sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Sedangkan Bidang Jasa Konstruksi berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi pelaku jasa konstruksi maupun konsultan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan alat berat milik daerah.
Onny berharap, melalui perencanaan yang matang dan terintegrasi, pembangunan infrastruktur pada tahun 2027 dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas infrastruktur dasar serta penguatan potensi ekonomi Kabupaten Nganjuk.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk, Gondo Hariono, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Ia berharap seluruh aspirasi dan kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi dalam program kerja yang disusun.
Semoga seluruh program yang direncanakan benar-benar mewakili kebutuhan masyarakat dan membawa Nganjuk semakin maju serta sejahtera pada tahun 2027,” ujarnya.
(Tim)


















