Gubernur Jawa Timur Khofifah, Pastikan PMK dan LSD Terkendali, Hewan Kurban 2026 Aman

Gubernur Jawa Timur saat meninjau peternak di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk (Istimewa)

Nganjuk, updatenews – Menjelang perayaan Idul Adha 2026, Gubernur Jawa Timur memastikan bahwa kondisi kesehatan hewan kurban di wilayahnya dalam keadaan aman dan terkendali. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) berhasil ditekan melalui berbagai langkah strategis.

Hal ini di sampaikan Gubernur Jawa Timur saat mengunjungi aktivas peternak sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk, Sabtu (2/5/2026) kemarin.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa upaya pengendalian dilakukan secara terpadu, pengawasan lalu lintas ternak, hingga pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin di sejumlah daerah sentra peternakan.

“Kami pastikan hewan kurban tahun ini dalam kondisi sehat dan layak. Kasus PMK maupun LSD sudah dapat dikendalikan berkat kerja sama antara pemerintah, peternak, dan tenaga kesehatan hewan,” ujarnya.

Dinas Peternakan Jawa Timur juga terus menggencarkan edukasi kepada para peternak terkait pentingnya menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan berkualitas, serta deteksi dini terhadap gejala penyakit. Selain itu, pos pemeriksaan hewan kurban juga telah disiapkan di berbagai titik untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan memenuhi standar kesehatan.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban. Pemerintah berharap, momentum Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar tanpa kekhawatiran terkait kesehatan hewan.

Sejumlah peternak pun mengaku optimistis dengan kondisi saat ini. Mereka menyebut permintaan hewan kurban mulai meningkat seiring kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan kesehatan ternak yang semakin baik.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis pelaksanaan kurban tahun 2026 akan berlangsung aman, sehat, dan sesuai syariat.

Gubernur Khofifah juga mengaku optimis, bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease_(LSD) berhasil dikendalikan secara signifikan melalui program vaksinasi dan pengawasan ketat.

“Kasus PMK dan LSD di Jatim menurun secara signifikan. Kami terus melakukan vaksinasi dan pengawasan ketat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam melaksanakan ibadah kurban,” ujarnya.

Setiap hewan ternak wajib memenuhi persyaratan kesehatan, seperti telah mendapatkan vaksinasi PMK minimal dosis pertama, serta dilengkapi sertifikat veteriner sebelum diperdagangkan maupun disembelih.

“Dengan kesiapan yang matang ini, kami optimistis pelaksanaan kurban di Jawa Timur tahun ini berjalan lancar. Kami mengimbau agar masyarakat tak khawatir dan ragu untuk ibadah kurban,” pungkas Khofifah.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *