RUMAH TAK LAYAK JADI HUNIAN NYAMAN, KODIM NGANJUK SERAHKAN KUNCI DAN GROUND BREAKING SUMUR GALI

NGANJUK,UPDATENEWSTV– Upaya membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus akses air bersih terus dilakukan Kodim 0810/Nganjuk. Bersama PT Dua Naga dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Nganjuk, Kodim menyerahkan hasil rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada warga serta memulai pembangunan sumur gali, Senin (24/8/2026).

Penyerahan kunci rumah hasil rehabilitasi dilakukan di Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo. Salah satu warga yang menerima manfaat program tersebut yakni Sumariyono, warga Dusun Bukur RT 07/RW 01, Desa Bukur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari karya bakti dan kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Bacaan Lainnya

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang ikut mendukung pelaksanaan program tersebut.

“Atas nama Kodim 0810/Nganjuk, kami mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda Nganjuk dan PT Dua Naga yang datang untuk menebar kebaikan di wilayah Kabupaten Nganjuk,” ujar Taufan, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, rehabilitasi RTLH bukan hanya berkaitan dengan memperbaiki bangunan rumah. Rumah yang lebih sehat dan nyaman juga diharapkan dapat memberikan suasana kehidupan keluarga yang lebih baik bagi penerima manfaat.

“Semoga dengan terbangunnya rumah ini dapat memberikan manfaat dan meningkatkan keharmonisan dalam keluarga,” katanya.

Selain memperbaiki hunian warga, Kodim 0810/Nganjuk juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih. Hal itu diwujudkan melalui pembangunan sumur gali di Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu.

Pembangunan sumur tersebut ditandai dengan kegiatan ground breaking. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi potensi kesulitan air, terutama saat memasuki musim kemarau.

Taufan mengatakan, Kodim 0810/Nganjuk akan terus mendukung pemerintah daerah dalam pelaksanaan program RTLH. Bahkan, jumlah program RTLH yang diterima Kodim Nganjuk saat ini disebut termasuk yang terbanyak dibandingkan jajaran Kodim lainnya.

“Rumah yang sudah dibangun agar dirawat dengan baik,” pesannya kepada Sumariyono.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro memberikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan Kodim 0810/Nganjuk bersama PT Dua Naga. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan melalui sinergi berbagai pihak.

“Program ini sangat luar biasa. Pemerintah daerah juga berkomitmen membantu masyarakat melalui program RTLH,” ujar Mas Handy, sapaan akrab Trihandy Cahyo Saputro.

Mas Handy meminta pemerintah desa dan kecamatan lebih aktif melakukan pendataan terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan dan tidak mampu diperbaiki secara mandiri. Pemkab Nganjuk, kata dia, siap memberikan dukungan pembangunan rumah dengan tetap memperhatikan status kepemilikan tanah.

“Silakan diajukan apabila ada rumah yang rusak dan tidak dapat memperbaiki. Pemda akan membantu pembangunannya, dengan catatan sertifikat harus milik sendiri untuk menghindari persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Usai penyerahan kunci kepada Sumariyono, rombongan Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan melihat sejumlah rumah warga lainnya di Desa Bukur yang dinilai membutuhkan perhatian.

Rombongan kemudian menuju Dusun Tempuran untuk mengikuti prosesi ground breaking pembangunan sumur gali. Sebelum pembangunan dimulai, kegiatan diawali dengan pemberian bantuan sembako dan selamatan.

Forkopimda selanjutnya meninjau sumur yang telah tersedia, melihat proses distribusi air kepada masyarakat, serta mengecek langsung lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan sumur baru.

(Tim)

Pos terkait