NGANJUK | UPDATENEWSTV- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, siswa-siswi SMKN 2 Bagor melakukan aksi nyata yang penuh makna. Tidak sekadar merayakan dengan perlombaan, sejumlah perwakilan siswa menyambangi kediaman Pak Munari, seorang legiun veteran pejuang kemerdekaan yang tinggal di Dusun Jipangan, Desa Kutorejo, Kecamatan Bagor.
Wawancara mendalam ini, membuka mata para siswa tentang arti kemerdekaan yang sesungguhnya, langsung dari pelaku sejarah, sekaligus menjadi refleksi penting bagi seluruh pelajar di Jawa Timur.
Bukan hadiah, tapi darah dan air mata
Di usianya yang tak lagi muda, ingatan Pak Munari, masih begitu tajam saat menceritakan bagaimana beratnya perjuangan masa lalu. Dengan suara yang bergetar penuh semangat, beliau mengisahkan bagaimana para pemuda waktu itu bersatu padu, mengorbankan jiwa dan raga demi mengusir penjajah.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini nak, bukan hadiah atau gratis. Tetapi ditebus dengan darah, air mata, dan nyawa para pahlawan. Dulu, makan susah, berhari-hari di hutan, tidak ada makanan. Tidur tak tenang, taruhannya nyawa setiap detik,” kenang Pak Munari, sambil menatap para siswa SMKN 2 Bagor dengan pandangan haru.

Siswa-siswi SMKN 2 Bagor yang hadir dalam wawancara tersebut, mengaku sangat tersentuh. Mereka menyadari bahwa kemerdekaan ini, bukan sekedar warisan sejarah. Melainkan adalah tongkat estafet tanggung jawab, yang berada di tangan generasi muda. Dan tanggung jawab pelajar, sebagai generasi muda adalah mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. Yaitu menjaga persatuan, mempunyai etos kerja tinggi, menguasai teknologi dan keterampilan. Semangat dan pantang menyerah dalam mengejar cita-cita.
Pesan mendalam untuk warga SMKN 2 Bagor
Di akhir wawancara, Pak Munari memberikan pesan khusus yang sangat menyentuh hati, untuk seluruh keluarga besar SMKN 2 Bagor dan generasi muda Jawa Timur pada umumnya.
“Punyailah cita-cita setinggi langit. Percayalah apapun yang kamu niatkan akan berhasil,” pesan pak Munari di akhir wawancara.
Kisah perjuangan Pak Munari ini sangat relevan, dengan jargon dan semangat siswa Jawa Timur yang dikenal tangguh, adaptif, dan berprestasi. Provinsinya para pejuang, bumi Majapahit dan tempat lahirnya peristiwa 10 November. Maka Jawa Timur harus terus melahirkan generasi muda, yang memiliki mental pejuang.
Merdeka! SMK Bisa, SMK Hebat, SMKN 2 Bagor Luar biasa!
(Tim)




























