PETANI NGANJUK TEKAN BIAYA IRIGASI DENGAN DIESEL MODIFIKASI LPG 3 KG

NGANJUK | UPDATENEWSTV– Berbagai cara dilakukan petani di Desa Mabung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, untuk mengurangi beban biaya produksi pertanian. Salah satunya dengan memanfaatkan mesin pompa air diesel yang telah dimodifikasi agar dapat menggunakan LPG 3 kilogram sebagai bahan bakar.

Penggunaan gas LPG tersebut menjadi alternatif bagi petani untuk mengairi lahan persawahan. Mereka menilai biaya operasional mesin lebih ringan dibandingkan ketika menggunakan BBM jenis Pertalite.

Mesin diesel yang dipasangi konverter kit tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan, terutama saat masa tanam maupun ketika tanaman membutuhkan pasokan air. Dengan modifikasi itu, pengeluaran harian untuk bahan bakar dapat ditekan.

Bacaan Lainnya

Tak hanya persoalan biaya irigasi, petani di wilayah tersebut juga masih memperhatikan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

Salah seorang petani Desa Mabung, Misiran, mengatakan pupuk Urea bersubsidi diperoleh melalui kelompok tani setempat. Untuk satu karung, pupuk tersebut dibeli dengan harga Rp110.000.

«“Untuk pupuk Urea bersubsidi, kami membeli di kelompok tani dengan harga Rp110.000 per karung,” ujarnya.»

Pemanfaatan LPG 3 kilogram sebagai bahan bakar mesin diesel modifikasi ini diharapkan bisa menjadi salah satu upaya petani dalam menekan biaya produksi. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, petani berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan hasil panen dapat lebih optimal.

(Tim)

Pos terkait