Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar konferensi pers, terkait Musyawarah Nasional dan konferensi Nasional, di Pondok Pesantren Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/6/2026).
Dalam acara tersebut, hadir Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Syaifullah Yusuf, KH. Ahmad Said Asrori selaku Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib ‘Aam PBNU, KH. Amin Said Husni, M.A dan Prof Moh Nuh.
Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, rangkaian acara inti ini akan berlangsung selama dua hari di Kediri, sebelum nantinya direncanakan ditutup secara resmi dengan agenda pamungkas di Bangkalan, Madura, pada Selasa (23/6/2026) mendatang, yang rencananya turut mengundang Presiden RI.
Sementara Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib ‘Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori menegaskan, Munas dan Konbes sengaja digelar di 2 lokasi, yakni Ponpes Ploso Kediri dan Bangkalan, karena merupakan Pondok Pesantren mempunyai historis yang kental terkait, pengembangan islam di Jawa Timur.
“Pelaksanaan Munas dan Konbes dilaksanakan di Ploso, karena banyak alumni Ploso yang menjadi tokoh ulama, dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan penutupan di Bangkalan, karena KH Syaikhona Kholil melakukan ritual panjang, dan memberikan isyarat kepada KH Hasyim Asy’ari,untuk mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama,” Kata Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib ‘Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori (pake baju putih).
Sementara wakil Organizing Committee (OC) Profesor Moh Nuh mengatakan, dalam Munas dan Konbes ini membahas masalah-masalah Diniyah (keagamaan), hingga masalah organisasi serta rekomendasi program, yang berhubungan erat dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di negara Indonesia.
“Tema yang diambil dalam Munas dan Konbes ini yakni menjaga marwah Nahdlatul Ulama, memperkaya Ummat, serta membahas isu sosial yang membawa kemaslahatan bagi bangsa Indonesia.” Jelas Prof Moh Nuh, wakil Organizing Committee (OC) (pake baju batik).
Beberapa masyayikh yang hadir dalam Muans dan Konbes di Ponpes Ploso, seperti Mantan Wapres KH Ma’ruf Amin, Mantan KeTum PBNU KH Said Agil Siroj, KH Kafabihi Mahrus, KH Huda Jazuli.
Munas dan Konbes ini, diiikuti oleh utusan Syuriyah PWNU se-Indonesia. Fokus utamanya adalah membahas Masail Diniyah (persoalan keagamaan), yang terbagi menjadi tiga kategori: Waqi’iyah (kontemporer/realitas masyarakat), Maudlu’iyah (tematik), dan Qanuniyah (merespons regulasi dan perundang-undangan).















