Jemput Bola Usulan Flyover Simpang Lima Mengkreng Resmi Diajukan Nganjuk, Jombang dan Kediri ke Kementrian PU

Nganjuk, updatenewstv – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang resmi mengajukan usulan pembangunan flyover di kawasan Simpang Lima Mengkreng kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pada, Senen, 25 Mei 2026.

Langkah jemput bola ini dilakukan sebagai upaya serius mengurai kemacetan kronis yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan utama masyarakat dan pengguna jalan lintas antar daerah.

Simpang Mengkreng dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat di Jawa Timur karena menjadi jalur pertemuan kendaraan dari arah Nganjuk, Kediri, Jombang hingga jalur nasional menuju Surabaya dan Madiun. Pada musim libur panjang dan arus mudik Lebaran, antrean kendaraan di kawasan tersebut kerap mengular hingga beberapa kilometer.

Bacaan Lainnya

Langkah besar diambil oleh tiga pemerintah daerah di Jawa Timur demi mengurai benang kusut kemacetan di kawasan perbatasan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang secara resmi mengajukan draf usulan percepatan pembangunan Flyover (Jalan Layang) Simpang Lima Mengkreng kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Kolaboratif ini merupakan respons cepat dan konkret dari ketiga pemda untuk mengatasi masalah kemacetan parah yang telah berlangsung bertahun-tahun. Volume kendaraan harian yang melintasi kawasan tersebut dinilai sudah sangat melebihi kapasitas jalan yang ada (overcapacity).

Sebagai jalur urat nadi, Simpang Lima Mengkreng memegang peran vital dalam menghubungkan aktivitas masyarakat serta jalur distribusi logistik utama di koridor Nganjuk, Kediri, dan Jombang. Karena posisinya yang berada di titik temu tiga wilayah, penanganan transportasi di kawasan ini menuntut sinergi lintas daerah agar kebijakan yang diambil dapat saling mendukung.

Kondisi lalu lintas di Simpang Lima Mengkreng selama ini kerap dikeluhkan karena memiliki kompleksitas yang tinggi. Keberadaan perlintasan sebidang kereta api, ditambah dengan tingginya denyut aktivitas ekonomi masyarakat di kanan-kiri jalan utama, menjadi pemicu utama antrean panjang kendaraan. Titik jenuh kemacetan ini biasanya mencapai puncaknya pada jam sibuk kerja, akhir pekan, hingga momen mudik Lebaran.

Pembangunan flyover modern ini digadang-gadang akan menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif. Selain memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur ini diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

Dengan terurainya kemacetan, armada angkutan barang dapat menghemat waktu tempuh secara drastis. Efek domino positifnya, distribusi hasil industri ke berbagai daerah akan menjadi jauh lebih cepat, efektif, dan efisien.

Tidak hanya menguntungkan sektor industri skala besar, proyek jalan layang ini juga diproyeksikan mampu menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, jasa transportasi, hingga sektor pariwisata akan mendapat angin segar berkat aksesibilitas yang jauh lebih lancar dan nyaman.

Sebagai tindak lanjut dari pengajuan draf usulan ini, Kementerian PU memberikan respons positif. Dalam waktu dekat, Kementerian PU dijadwalkan segera mengirimkan tim teknis ke lapangan untuk melakukan peninjauan lokasi (survei tapak) sekaligus menyusun dokumen Detailed Engineering Design (DED) atau desain perencanaan pembangunan secara komprehensif. Proses akselerasi ini dilakukan agar proyek strategis tersebut bisa segera masuk ke tahap lelang dan memulai konstruksi fisik.***

Pos terkait