Sidak Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Menhaj Pastikan Haji 2026 Berorientasi Layanan Kenyamanan Jamaah

Menhaj, Moch. Irfan Yusuf, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya (Istimewa)

Surabaya, updatenews – Menhaj, Moch. Irfan Yusuf, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dalam peninjauan tersebut, Menhaj mengevaluasi langsung alur layanan jemaah sejak kedatangan di asrama, termasuk proses pemeriksaan kesehatan yang menjadi titik krusial dalam menjaga kesiapan fisik jemaah sebelum keberangkatan.

Menhaj juga meninjau secara menyeluruh fasilitas utama asrama, mulai dari akomodasi, layanan konsumsi, fasilitas kesehatan, hingga skema mobilisasi jemaah menuju bandara. Menurutnya, setiap titik layanan harus terhubung dalam satu sistem yang solid, tanpa celah, dan berbasis pada pengalaman terbaik jemaah, pada Jumat (1/5/2026) kemarin.

Bacaan Lainnya

Didampingi Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan kesiapan layanan haji 1447 H/2026 M berjalan optimal, presisi, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah.

Ia menegaskan komitmen Kementerian Haji dan Umrah untuk menghadirkan layanan haji yang tidak hanya tertib secara sistem, tetapi juga kuat dalam sentuhan kemanusiaan terutama bagi jemaah prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok rentan lainnya.

“Standar layanan kita tidak boleh biasa. Harus berkelas, terukur, dan menyentuh sisi kemanusiaan. Jemaah lansia tidak boleh dipaksa mengikuti sistem justru sistem yang harus mendatangi mereka. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara proaktif hingga ke kamar,” tegas Menhaj.

“Asrama haji adalah wajah pertama pelayanan kita. Di sinilah kualitas penyelenggaraan diuji. Semua harus terintegrasi, rapi, dan responsif. Tidak boleh ada detail yang terlewat,” ujarnya.

Menhaj menegaskan bahwa penguatan layanan di embarkasi merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem haji yang unggul. Oleh karena itu,pengawasan akan terus dilakukan secara langsung dan berkelanjutan di berbagai titik layanan.

Kemenhaj memastikan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini diarahkan pada tiga prinsip utama: pelayanan prima, perlindungan maksimal, dan kenyamanan total bagi seluruh jemaah Indonesia.

Dengan langkah ini, pemerintah optimistis jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan khusyuk sejak dari tanah air hingga kembali ke Tanah Air.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *