Disperindag Nganjuk : Monitoring dan Evaluasi Efektif untuk Pemanfaatan Dana DBHCHT

Pastikan Tepat Sasaran, Pemanfaatan Dana DBHCHT Diuji Dampaknya bagi Pelaku IHT Lokal (Istimewa)

Nganjuk, updatenews – Pemerintah daerah mulai menguji efektivitas pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) guna memastikan program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) lokal.

Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas sekaligus memastikan dana yang bersumber dari cukai tersebut tepat sasaran.

Bacaan Lainnya

UPDATE-NEWSTV.COM

Kritis Bersinergi Membangun Negeri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Sekretariat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penggunaan anggaran DBHCHT tahun 2025 pada Senin (4/5/2026) kemarin.

Kegiatan ini difokuskan pada bidang kesejahteraan masyarakat, khususnya program pembinaan industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Nganjuk.

Salah satu lokasi yang menjadi objek peninjauan adalah CV Mangga Gandeng, yang pada tahun 2025 digunakan sebagai tempat pelatihan redrying dan threshing tembakau. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan daya saing produk tembakau lokal melalui penguatan kapasitas pelaku industri.

Monev ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program yang telah dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi sektor IHT, khususnya dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil olahan, serta kesejahteraan pelaku usaha tembakau di daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga akuntabilitas serta efektivitas pemanfaatan dana DBHCHT.

“Melalui monev ini, kami dapat memastikan bahwa program pembinaan industri yang dibiayai dari DBHCHT benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi pelaku industri hasil tembakau di Nganjuk. Harapannya, ke depan program ini semakin optimal dalam mendukung peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci dalam pengelolaan DBHCHT yang transparan dan berorientasi pada hasil.

Dengan adanya evaluasi ini, diharapkan program-program yang telah berjalan dapat terus disempurnakan, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri tembakau serta perekonomian daerah Kabupaten Nganjuk.***

Pos terkait