Hasil Kerangka Sampel Area, BPS Perkirakan Luas Lahan Panen Padi Nganjuk pada Subground I 2026 Capai 27 Ribu Hektar

BPS Perkirakan Luas Lahan Panen Padi Nganjuk pada Subground I 2026 Capai 27 Ribu Hektar (Istimewa)

Nganjuk, updatenews – Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan luas lahan panen padi di Nganjuk pada Subround I tahun 2026 mencapai sekitar 27 ribu hektar. Angka ini menunjukkan potensi produksi padi yang cukup besar di wilayah yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Timur tersebut.

Kepala BPS Nganjuk Wahyu Purnama Hadi menyampaikan, bahwa estimasi tersebut diperoleh melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA), yang memantau kondisi pertanaman padi secara berkala. Subround I sendiri mencakup periode Januari hingga Maret, yang merupakan salah satu musim panen utama bagi petani.

Bacaan Lainnya

UPDATE-NEWSTV.COM

Kritis Bersinergi Membangun Negeri

“Dengan luas panen sekitar 27 ribu hektar, diharapkan produksi gabah di Nganjuk tetap stabil dan mampu mendukung kebutuhan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 22% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Subground I 2025 yang mencatatkan 22 ribu hektar.

“Hingga pada Januari Maret 2026 kita perkirakan Nganjuk mencapai peningkatan dari sisi luas panen mencapai 22% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya atau Januari Maret 2025,” ujar Wahyu, Rabu (6/5/2026) kemarin.

Wahyu menjelaskan bahwa peningkatan ini didukung oleh musim tanam yang baik dan musim penghujan yang terus datang.
Peningkatan luas panen ini, produksi beras di Nganjuk pada Subground I 2026 juga diperkirakan akan meningkat sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Produksi beras bulan Januari Maret ini juga diperkirakan meningkat sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu,” kata Wahyu.

Namun meski demikian, Wahyu menjelaskan bahwa luas panen padi pada Subground II 2026 (Mei-Agustus) diperkirakan akan hanya menyisakan 40 persen dari luas panen pada Subground I 2026.

Akibat kebiasaan para petani di Kabupaten Nganjuk yang merubah tanaman di lahannya dari tanaman sawah basah ke tanaman sawah kering, seiring dengan datangnya musim kemarau,” kata Wahyu.

“Subgriund II seiring dengan berkurangnya musim penghujan ya, masuknya musim kemarau, petani sebagiannya biasanya akan berpindah dari tanaman sawah basah ke padi ladang atau ke padi palawija, palawija seperti jagung dan lain-lainnya,” ungkap Wahyu.

Berdasarkan tren yang lalu, periode Subground II itu menyisakan sekitaran 40% dari yang Subground I.

Wahyu menambahkan, sepanjang tahun 2025 lalu, Kabupaten Nganjuk mencapai puncak tertinggi luasan panen dengan total luas 76,99 ribu hektar sawah.

Dari total luas panen tersebut, Kabupaten Nganjuk berhasil memproduksi beras mencapai 251 ribu ton beras, dan merupakan yang yang tertinggi sejak 5 tahun terakhir.

“Peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun. Sepanjang 2025 itu merupakan yang tertinggi selama 5 tahun terakhir. Kabupaten Nganjuk telah mencapai luas panen 76,99.000 hektar hingga menghasilkan perkiraan 251.000 ton beras,” ungkap Wahyu.

Berdasarkan luas lahan baku sawah, Nganjuk menempati urutan ketujuh di Jawa Timur dengan total 46.098 hektar lahan produktif. Kabupaten Nganjuk menempati peringkat ke 7 kabupaten di Jawa Timur dengan luasan baku lahan sawah terterluas.***

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *