Nganjuk, updatenews – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiagakan sebanyak 1.997 Juru Sembelih Halal (JULEHA) bersertifikat untuk memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha 2026 berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan.
Hal ini di sampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi peternak sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupatrn Nganjuk, beberapa hari lalu.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan keamanan pangan asal hewan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban.
“Para JULEHA tersebut telah melalui pelatihan khusus dan sertifikasi resmi, yang mencakup teknik penyembelihan halal, kesejahteraan hewan, hingga aspek higienitas,”ujar Khofifah.
Keberadaan JULEHA bersertifikat sangat penting, terutama untuk menghindari kesalahan dalam proses penyembelihan yang dapat berdampak pada kehalalan dan kualitas daging. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan tentang penanganan hewan sebelum dan sesudah disembelih.
“Dengan adanya JULEHA bersertifikat ini, kami ingin memastikan seluruh proses kurban berjalan sesuai syariat, sekaligus memenuhi standar kesehatan masyarakat veteriner,” tambahnya.
Tercatat sebanyak 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, serta 1.997 juru sembelih halal (JULEHA) bersertifikat telah disiagakan di 38 kabupaten/kota guna mendukung kelancaran pelaksanaan kurban.
“Seluruh petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, serta daging yang dihasilkan aman, sehat, utuh, dan halal,” tegas Khofifah
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan dan komunitas JULEHA, untuk mendistribusikan tenaga penyembelih ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan kurban dapat merata dan terpantau dengan baik.
Dari sisi infrastruktur, Jawa Timur ditopang 208 pasar hewan, 2.318 lapak penjualan, 133 RPH-R, serta lebih dari 25 ribu lokasi pemotongan yang siap digunakan, didukung 2.670 petugas pemeriksa kesehatan hewan.
Selain menyiagakan JULEHA, Pemprov Jatim juga memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan bebas dari penyakit menular seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease). Pengawasan dilakukan secara ketat melalui pemeriksaan kesehatan hewan di tingkat peternak hingga tempat penjualan.
Dengan kesiapan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melaksanakan ibadah kurban dengan tenang, aman, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.***



















