Bangkalan-Updatenewstv-Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melapor ke Presiden Prabowo Subianto bahwa muktamar NU ke-35 akan digelar pada 1-5 Agustus mendatang.
“Di tempat yang segera akan kami sepakati bersama,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin dalam acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di kampus IAI Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Keputusan mengenai waktu pelaksanaan Muktamar serta lokasi yang akan ditetapkan merupakan salah satu keputusan strategis yang dihasilkan di Munas dan Konbes NU di pesantren Al-Falah Ploso, Kediri pada 20-22 Juni 2026.
Selain pembahasan internal organisasi, Musyawarah Nasional Alim Ulama juga menghasilkan banyak keputusan penting tentang masalah keagamaan dan isu aktual non-keagamaan.
Melanjutkan sambutannya, Gus Yahya menyebut kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan Munas-Konbes NU 2026 melengkapi kebahagiaan ajang yang dihadiri ratusan ulama dari seluruh penjuru tanah air ini.
“Terima kasih tidak terhingga atas kehadiran Bapak pada upacara penutupan Munas Alim Ulama NU 2026. Ini melengkapi kebahagiaan kami setelah berhasil menyelesaikan keseluruhan tugas pelaksanaan Munas dan Konbes,” katanya.
Di hadapan Presiden dan tamu undangan yang hadir, Gus Yahya menegaskan bahwa warga NU adalah rakyat yang setia kepada negara dan bangsa serta siap berjuang dan rela berkorban demi bangsa dan negara.
“NU akan senantiasa hadir dan tegak di dalam menjaga melestarikan memelihara bangsa yang kita cintai. Di hadapan tantangan apapun, ancaman apapun pertolongan Allah tidak akan meleset,” katanya.
Selain ratusan peserta Munas dan Konbes NU, acara penutupan juga dihadiri para pejabat dan tokoh nasional. Di antaranya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Hadir pula Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Sementara dari internal PBNU hadir Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Akhmad Said Asrori, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar, dan Prof M Nuh.
Kemudian Wakil Ketua Umum KH Zulfa Mustofa, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, Bendahara Umum Gudfan Arif, serta jajaran pengurus PBNU lainnya.

















