JENGUK SISWA SMAN 3 NGANJUK YANG DIRAWAT, WABUP TRIHANDY PASTIKAN PENANGANAN KORBAN DUGAAN KERACUNAN MBG

NGANJUK, UPDATENEWSTV – Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mendatangi RSUD Nganjuk untuk melihat secara langsung kondisi para siswa SMAN 3 Nganjuk yang menjalani perawatan akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (2/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para korban sekaligus melihat secara langsung proses penanganan medis yang diberikan oleh petugas kesehatan.

Mas Handy, sapaan akrab Wakil Bupati Nganjuk, memastikan bahwa para korban telah mendapatkan pelayanan dan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan yang telah disiapkan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tenaga kesehatan mulai dari perawat, dokter hingga dokter spesialis telah disiagakan untuk memberikan penanganan kepada para siswa yang mengalami keluhan. Penanganan dilakukan di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Semua tenaga medis baik perawat, dokter bahkan dokter spesialis kita stand by kan di sini,” ujar Mas Handy.

Wabup Nganjuk juga menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa para siswa SMAN 3 Nganjuk. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, kata dia, akan berupaya memberikan penanganan terbaik terhadap para korban.

“Kita turut prihatin atas kejadian ini, dan kita akan tangani sebaik mungkin,” tegasnya.

Selain memastikan kondisi korban, Pemkab Nganjuk juga akan mengambil langkah lanjutan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan dugaan kejadian tersebut.

Namun demikian, Mas Handy menyebut pihaknya masih perlu melakukan kajian dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menentukan langkah administratif terhadap SPPG terkait.

“Secara administratif akan kita lakukan terkait hal tersebut,” kata Wabup saat ditanya mengenai kemungkinan Pemkab mengusulkan suspend terhadap SPPG.

Sebelumnya, puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami sejumlah keluhan seperti mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Rabu (2/9/2026).

Berdasarkan data sementara, sekitar 49 siswa mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, aparat berwenang masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG tersebut.

(Tim)

Pos terkait