KEDIRI | UPDATENEWSTV – Kementerian Agama Kabupaten Kediri, menggelar Kegiatan Parade Drumband Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Kediri, dengan mengambil start di kantor pemerintah Kabupaten Kediri, Sabtu (29/8/2026).
Parade Drumband Madrasah Ibtidaiyah
ini diikuti oleh 51 kontingen dari 26 kecamatan se-Kabupaten Kediri, dengan mulai start dari kantor Pemkab Kediri dan finish di depan kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri atau area Simpang Lima Gumul.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, S.Ag., M.HI., menyebut parade ini sebagai sejarah baru bagi insan madrasah di Kediri.
“Alhamdulillah, kita bersyukur bisa bersama mengikuti Parade Drumband dengan tema ‘Harmoni Drumband Menuju Kediri Berbudaya’. Ini hal yang luar biasa dan merupakan agenda perdana kita yang dikemas sedemikian rupa,” ujar Achmad Fa’iz.
Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito, serta panitia PHBN yang telah memberikan ruang bagi madrasah untuk tampil.
“Ini adalah ajang kita untuk terus meneguhkan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. Mudah-mudahan tidak berhenti di sini, tapi menjadi agenda rutin tahunan,” harapnya.
Menurut Achmad Fa’iz, drumband bukan hanya seni musik. Ia adalah media efektif untuk menempa kedisiplinan, kerja sama tim, jiwa kepemimpinan, dan mental pantang menyerah sejak dini.
Dari madrasah, menggema semangat kemerdekaan. Dari generasi muda, tumbuh kecintaan terhadap budaya. Dan dari Kabupaten Kediri, kita kobarkan semangat menuju Kediri Berbudaya,” tegasnya.
Bagi anak-anak madrasah, tampil di hadapan masyarakat bukan sekadar kesempatan untuk menunjukkan kemampuan. Lebih dari itu, mereka sedang belajar menjadi generasi yang berani tampil, menghargai orang lain, mencintai budaya, serta memiliki kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
Parade ini juga menjadi ruang silaturahmi. Dua puluh enam kecamatan dipertemukan dalam satu panggung besar Kabupaten Kediri. Perbedaan madrasah dan wilayah justru menjadi kekuatan yang memperkaya warna kegiatan.
Semangat kemerdekaan kemudian diterjemahkan melalui bahasa yang sangat dekat dengan anak-anak, musik, gerak, kreativitas, dan kebersamaan,” pungkas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri.


























