Menu

Mode Gelap
Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran Momentum May Day, PKB Nganjuk Launching Hari Fraksi HALO PKB NGANJUK Inilah Pernyataan Sikap IJTI Dalam Sambut Hari Buruh Sedunia KONI Kota Kediri Gelar FGD Sport Tourism Dalam Wacana Tuan Rumah Porprov Jatim 2029 Bupati Marhaen Tegaskan Bakal Kawal Hak Buruh Saat Peringatan May Day di Makam Pahlawan Marsinah Peringati Hari Jadi Nganjuk ke-1089, Turnamen Bulutangkis Piala Ketua DPRD Jadi Ajang Gali Potensi Atlet Muda

Lainnya

Mantan Napi Lapas Kediri Kunjungi Kantor IJTI dan PWI Kediri Sampaikan Dugaan Penganiayaan Dalam Lapas

badge-check


					Mantan Napi Lapas Kediri Kunjungi Kantor IJTI dan PWI Kediri Sampaikan Dugaan Penganiayaan Dalam Lapas Perbesar

Mantan narapidana Lapas Kelas II A Kediri, Faisol Umami (31) mengunjungi kantor PWI (Persatuaan Wartawan Indonesia) dan IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) Kediri Raya. Dalam kunjungan tersebut, Faisol menceritakan dugaan penganiyaan dalam lapas yang mengakibatkan patah pada paha kirinya. (6/4/2026)

Ketua IJTI Korda Kediri, Roma Duwi Juliandi mengatakan IJTI Korda Kediri sebagai Ikatan jurnalis akan membantu dalam konteks pemberitaan. “Dalam Tupoksi kami, tentunya kami akan membantu dalam bentuk pemberitaan sesuai dengan ketentuan undang – undang pers serta kode etik dan pedoman”, ujarnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedi, menegaskan pihaknya menerima audiensi Faisol sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Menurut dia, kehadiran korban menjadi sinyal bahwa masyarakat masih berharap pada peran media dalam mengawal keadilan, “PWI akan mengawal bagaimana proses ini sampai pada titik keadilannya. Ranah kita adalah mengawal dalam bentuk karya jurnalistik, bagaimana dia harus menuju keadilannya, sampai sejauh mana penanganannya,” ujarnya.

Faisol mengaku datang ke kantor wartawan di Kediri bukan untuk merayakan kebebasan, melainkan mencari dukungan atas kasus yang dialaminya.

Ia menyebut mengalami dugaan kekerasan saat masih menjalani masa hukuman di dalam lapas, “Kegiatan hari ini saya mendatangi kantor PWI dan IJTI yaitu untuk mendapat dukungan dan support mengenai kasus yang saya alami,” tutur Faisol.

Peristiwa tersebut, lanjut dia, terjadi pada 28 Mei 2025 di ruang Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) dan diduga melibatkan lima oknum petugas lapas II A Kediri yakni W sebagai Ka. KPLP, kemudian D, F, A memukul Faisol di rata-rata bagian dada dan wajah. Kemudian petugas lapas inisial R.

Faisol telah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Timur dengan nomor LP/B/379/III/2026/SPKT/Polda Jatim, dan telah dilimpahkan ke Polres Kediri Kota.

Menurutnya, kehadiran media dianggap mampu memberikan tekanan publik agar kasus ini tetap terpantau secara objektif. Pria asal Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ini mengaku belum mengetahui perkembangan hasil pemeriksaan internal yang disebut telah dilakukan pihak lapas terhadap lima petugas yang diduga terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Memperingatin Hari Buruh di Nganjuk Berlangsung Damai, Kapolres Hadiri Tabur Bunga dan Tasyakuran

2 Mei 2026 - 00:29 WIB

KAI Daop 7 Madiun Sayangkan Insiden Truk Mogok di Perlintasan Hingga Tertemper KA Dhoho

29 April 2026 - 07:56 WIB

Membanggakan ! Bupati Marhaen Djumadi Terima Penghargaan Tingkat Nasional, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXX Tahun 2026 di Kementerian Dalam Negeri

27 April 2026 - 04:58 WIB

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

25 April 2026 - 04:03 WIB

BULOG Kediri Sewa Gudang Untuk Tampung Lonjakan Stok, Sedangkan Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

24 April 2026 - 12:15 WIB

Trending di Lainnya