Nganjuk, updatenews – Menjelang Hari Raya Kurban, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, mencukupi, bahkan mengalami surplus yang signifikan.
Selain itu, kesehatan ternak juga dipastikan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang dan nyaman.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ery Cahyono mengatakan, bahwa berdasarkan data neraca potensi ketersediaan dan kebutuhan ternak kurban tahun 2026, total stok hewan kurban di Kabupaten Nganjuk mencapai 33.070 ekor.
Jumlah tersebut terdiri atas 11.754 ekor sapi, 14.135 ekor kambing, 7.101 ekor domba, serta 80 ekor kerbau. Sementara itu, proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan hanya mencapai 15.756 ekor, meliputi 1.718 ekor sapi, 13.620 ekor kambing, 418 ekor domba, dan tidak terdapat kebutuhan kerbau.
“Kabupaten Nganjuk mengalami surplus hewan kurban sebanyak 17.314 ekor. Rinciannya, sapi surplus 10.036 ekor, kambing 515 ekor, domba 6.683 ekor, dan kerbau 80 ekor. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan hewan kurban,” ujar Ery Cahyono.
Ia menambahkan, angka ketersediaan tersebut dihitung berdasarkan 10 persen dari total populasi ternak siap potong yang ada di Kabupaten Nganjuk. Sementara proyeksi kebutuhan mengacu pada data pemotongan hewan kurban pada tahun 2025.
Adapun populasi ternak di Kabupaten Nganjuk saat ini tercatat mencapai 117.500 ekor sapi potong, 126.600 ekor kambing, 71.209 ekor domba, serta 747 ekor kerbau.
PMK dan LSD Terkendali
Selain memastikan ketersediaan stok, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk juga menjamin kondisi kesehatan hewan kurban tetap terpantau dan terkendali. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) disebut mengalami penurunan kasus secara signifikan.
Menurut Ery Cahyono, pengendalian penyakit dilakukan melalui vaksinasi bantuan dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, disertai penerapan biosecurity serta pengobatan intensif.
“Sampai April 2026, PMK dan LSD sudah dapat dikendalikan. Pemotongan hewan kurban tetap bisa dilaksanakan dengan menerapkan SOP lalu lintas ternak antarwilayah,” tegasnya.
“Setiap hewan kurban yang akan dilalulintaskan ke luar daerah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan berwenang sebelum memperoleh izin pengiriman,” imbuh Ery.
Masyarakat Diimbau Tenang
Dengan kondisi stok yang melimpah dan kesehatan ternak yang terus dipantau, masyarakat Kabupaten Nganjuk diimbau tidak perlu khawatir dalam memilih hewan kurban tahun ini.
“Kami pastikan hewan kurban di Kabupaten Nganjuk tersedia cukup, sehat, dan siap. Masyarakat dapat melaksanakan ibadah kurban dengan aman dan nyaman,” pungkas Ery Cahyono.***





























