Nganjuk, updatenewstv – Sebuah rumah warga di Kabupaten Nganjuk mengalami kerusakan parah akibat ledakan petasan yang di rakit oleh Moch Sukar (37). Ledakan keras tersebut membuat sebagian bangunan rumah porak poranda dan menggegerkan warga sekitar.
Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu tanggal 17 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. di Dusun Bakalan, Desa Rowomarto, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.
Dentuman keras terdengar hingga radius beberapa ratus meter dan membuat warga berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara.
Akibat kejadian tersebut, satu orang bernama Moch Sukar (37) dilaporkan mengalami luka bakar dan langsung mendapatkan medis di RSUD Kertosono. Korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuh dan tangan akibat terkena ledakan petasan.
Selain menyebabkan korban luka, ledakan juga merusak bagian atap, dinding, serta perabotan rumah akibat kuatnya tekanan ledakan.
Sukadi orang tua korban mengaku, awale korban damel mercon piambekan, sekawan keluargo liyane mboten ngertos, semerepe mercon mbledos, kaleh krungu suora banter saking jerune omah (awalnya korban merakit petasan sendirian dan empat keluarga lainnya tidak tahu, namun tiba tiba terdengar dentuman keras dari dalam rumah).
Mendengar ledakan tersebut orang tua korban dan di bantu tertangga langsung mendekat dan melihat korban terkapar. ”
Kulo semerap korban pun nggletak ten lemah, kulo angkat kaleh tonggo ten njobone nggriyo,(Korban saya angkat dengan tetangga keluar rumah, namun terlihat lukanya pada tangan dan dadanya cukup serius),”kata Sukadi.
Berapa ukuran petasan yang di rakit korban.”Mboten semerap, semerape niku mercon pun mbledos door ngoten, (Kurang tahu. Tahu saya tiba tiba meledak Door, gitu saja),” kata Sukadi.
Lebih lanjut Sukadi menambahkan, korban ndamel mercon rencana ajeng di disumet pas riyoyo (korban merakit petasan rencananya akan di sulut atau di ledakan nanti pas hari raya Idul Adha).
Warga sekitar mengaku sempat panik karena suara ledakan terdengar sangat keras layaknya ledakan bom. Beberapa warga bahkan mengira terjadi tabung gas meledak sebelum akhirnya diketahui berasal dari petasan.
Warga diimbau agar tidak menyimpan maupun meracik petasan berdaya ledak tinggi karena sangat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.***



























