NGANJUK, UPDATENEWSTV– Pencarian terhadap seorang anak yang sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Brantas, Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, akhirnya berakhir pada Rabu (9/9/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 06.02 WIB oleh tim SAR gabungan. Lokasi penemuan berada kurang lebih 50 meter dari titik lokasi kejadian (TKM). Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Kertosono guna menjalani proses visum sesuai prosedur.
Peristiwa tersebut terjadi sehari sebelumnya, Selasa (8/9/2026) pagi. Korban diketahui berpamitan kepada keluarganya untuk pergi memancing. Namun, hingga beberapa waktu kemudian, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga bersama warga mulai melakukan pencarian.
Dalam proses pencarian, sekitar pukul 11.00 WIB, warga menemukan sejumlah peralatan memancing yang diduga milik korban di sekitar aliran Sungai Brantas. Temuan tersebut kemudian menjadi petunjuk awal bagi tim untuk memperluas penyisiran di sepanjang aliran sungai.
Laporan kejadian diterima Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Nganjuk pada pukul 13.02 WIB dari perangkat desa. Menindaklanjuti informasi tersebut, BPBD Kabupaten Nganjuk mengirimkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.
Operasi pencarian dan pertolongan selanjutnya dilaksanakan secara terpadu oleh tim SAR gabungan. Penyisiran dilakukan dari jalur darat serta pemantauan di sejumlah titik yang berada di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran Sungai Brantas.
Setelah pencarian dilanjutkan hingga Rabu pagi, korban akhirnya berhasil ditemukan. Tim kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Kertosono untuk proses lebih lanjut.
Dengan berhasil ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai. Posko SAR gabungan kemudian ditutup setelah seluruh tahapan operasi dan penanganan di lokasi diselesaikan.
Dalam proses penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Nganjuk bersinergi dengan Basarnas Pos Bojonegoro, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, relawan Singowande, perangkat desa, serta masyarakat sekitar.
Manajer Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa kecepatan penyampaian informasi, koordinasi antarlembaga, serta dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
«“Kecepatan informasi, koordinasi lintas unsur, dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam setiap operasi pencarian dan pertolongan.”»
(Tim)



























