
Nganjuk | Updatenewstv – Koperasi Desa Merah Putih ( KDMP ) yang berlokasi Desa Nglawak, Kertosono, Mendadak jadi primadona baru bagi masyarakat. Sejak diresmikan oleh presiden prabowo subianto pada sabtu ( 16/5/2026) lalu, koperasi ini tak pernah sepi pembeli. Warga berbondong- bondong datang demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih miring dibandingkan pasaran.
” Harganya lebih terjangkau. LPG ini harganya Rp. 16 Ribu, kalau diluar kan ada yang Rp 20 Ribu juga, “ujar emy salah satu warga Desa Nglawak yang merasakan langsung manfaat KDMP”.
Selain gas melon, komoditas lain seperti minyak kita juga menjadi buruan, Disaat tempat lain menjual diatas harga eceran tertinggi (HET) KDMP konsisten melepasnya dengan harga Rp.15.700 perliter, Efek domino dari kebijakan harga murah ini langsung terasa pada sektor ekonomi mikro disekitar desa.
Alhamdulilah membantu membuat untuk masyarakat menengah kebawah. Harganya lebih murah terjangkau dan untuk membantu ibu² yang usaha kecil kecilan seperti pedagang makanan dan lain lain. Terimakasih Bapak prabowo telah mendirikan koperasi merah putih untuk membantu masyarakat yang ada disekitar sambung emy penuh syukur
Tingginya antusiasme warga mebuat jam operasinal koperasi yang dimulai pukul 09.00 WIB Hingga 17.00 WIB Selalu didapati anteran bahkan sebelum pintu toko resmi buka. Alhasil perputaran uang dikoperasi ini bergerak sangat Cepat setiap hari.
Kalau omsetnya kira² perhari bisa tembus Rp.8 sampai Rp .9 juta perhari,” ungkap Elnathan Salah satu seorang karyawan toko KDMP Nglawak.
Demi menjaga stabilitas pasokan dan mencagah aksi borong, pihak manajemen menerapkan sistem pembatasan ketat.
Pembelian minyak kita dibatasi maksimal 2 liter perorang dalam 3 hari, beras SPHP dibatasi 5 kilogram perorangan perhari sedangkan untuk gas LPG 3 kg dibatasi maksimal 1 tabung perorang dalam seminggu.
Untuk syarat pembelian tabung gas LPG Sendiri itu membawa ktp dan akan discan aplikasi ktp yang gas itu, terus untuk pembelian minyak kita membawa fotocopy kk,” pungkasnya elnatha menjelaskan mekanisme terbit belanja di KDMP.
(TIM)


















